counter

PKK Sulsel ingin adopsi pendidikan anak Jepang

PKK Sulsel ingin adopsi pendidikan anak Jepang

Ketua PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin pada Coaching Pembentukan dan Penguatan Kader Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (28/5).ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel

Di TK mereka telah diajari kemandirian, setiap anak punya lemari sendiri, di situ mereka belajar melipat baju sendiri, memakai baju sendiri, sepatu harus selalu diletakkan di tempatnya,
Makassar (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki harapan dan keinginan untuk mengadopsi program pendidikan karakter usia dini seperti yang diterapkan di Jepang.

"Jepang adalah negara yang sangat mengutamakan pendidikan, budaya tepat waktu sangat kuat, sangat disiplin, anak-anak sejak dini diajari kemandirian," kata Ketua PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin pada Coaching Pembentukan dan Penguatan Kader Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga dan Masyarakat Provinsi Sulsel di Makassar, Selasa.

Dosen Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin ini meyebutkan, Jepang yang pernah menjadi rumah bagi ia dan Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah menimba ilmu adalah tempat yang juga mengajarkan bagaimana karakter seorang anak dibangun sejak usia dini.

Lies belajar hal ini dari anaknya Putri yang kala itu bersekolah di TK di Jepang.

Menurut dia, di Jepang, setiap anak tidak hanya belajar pendidikan formal, melainkan juga diajari mengenai disiplin dan mandiri sejak dini.

"Di TK mereka telah diajari kemandirian, setiap anak punya lemari sendiri, di situ mereka belajar melipat baju sendiri, memakai baju sendiri, sepatu harus selalu diletakkan di tempatnya," tambah dia.

Lebih lanjut, Lies menyebutkan pada sistem pendidikan, para pendidik sangat menghindari kekerasan baik fisik maupun psikis. Guru yang mereka sapa Sensei sangat ramah, murah senyum, mengajar dengan kata-kata halus dan penuh kasih sayang kepada setiap anak didik.

Ia mengemukakan, sistem pendidikan anak-anak di Jepang juga sangat memperhatikan komposisi menu yang dikonsumsi setiap anak saat di Sekolah.

"Itu yang saya ingin sekali ada di Sulsel, di semua TK, mungkin kita tidak bisa langsung berubah, tetapi setidaknya ada yang bisa kita terapkan di sekolah kita," kata Lies.

Dari pengalaman melihat sistem pendidikan di Jepang, ia memilih negara bunga sakura tersebut sebagai tempat bagi 28 Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupate/Kota di Sulsel untuk belajar langsung sistem pendidikan yang diterapkan pada anak usia dini.

Di Fukuoka, Jepang Guru PAUD juga akan belajar mitigasi bencana hingga daur ulang sampah yang diajarkan pada anak-anak sekolah Jepang.

Ia mengharapkan, kepada pendidik yang akan berangkat pada Juni 2019 dapat membangun wawasan mengenai sistem pendidikan anak serta dapat menyusun rencana aksi untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Sulsel.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar