counter

Joe Taslim pertama kali main film komedi lewat "Hit&Run"

Joe Taslim pertama kali main film komedi lewat "Hit&Run"

Joe Taslim ditemui saat pemutaran perdana film "Hit & Run" di Jakarta, Rabu (29/5/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Saya percaya 100 persen dengan arahan sutradara dan penulis skenario dan saya akan bermain sebaik mungkin
Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya Joe Taslim bermain dalam film komedi. Menurutnya, hal tersebut sangatlah menyenangkan.

Film terbaru Joe "Hit & Run" bergenre komedi laga. Di sini, Joe digambarkan sebagai sosok polisi narsis namun jago bela diri.

Peran seperti ini belum pernah dimainkan oleh Joe sebelumnya sehingga membuatnya terlihat berbeda.

"Tantangan di komedi sebenarnya luar biasa, saya sendiri tidak pernah mengotak-ngotakan main di mana action, horor atau apa. Saya percaya 100 persen dengan arahan sutradara dan penulis skenario dan saya akan bermain sebaik mungkin," ujar Joe saat pemutaran perdana film "Hit & Run" di Jakarta, Rabu.

Menurut pemain "The Raid" ini, film apapun jika dimainkan dengan sepenuh hati pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan menurutnya hal tersebut sudah menjadi kewajiban bagi para aktor.

"Mau komedi, horor atau action, kalau dimainkan sebaik mungkin ya pasti hasilnya juga akan sangat baik. Saya juga dibantu dengan teman-teman yang luar biasa baik dan mereka asyik," katanya.

Di Indonesia sendiri, film dengan genre komedi laga masih terbilang jarang. Namun menurutnya, lima tahun ke depan akan banyak film dengan tema tersebut.

"Warna komedi itu kuat sekali sampai lima tahun ke depan. Action juga harus renyah, harus asyik, harus entertaining bukan action yang harus merasa horor. Ini film action pertama (di Indonesia) yang renyah, entertaining dan ditonton tetap seru," jelas Joe.


Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di "Hit & Run"

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Baca juga: Film "Hit & Run" didukung sineas terbaik Tanah Air

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar