Vietjet bangun jembatan udara Ho Chi Minh-Bali untuk wisatawan

Vietjet bangun jembatan udara Ho Chi Minh-Bali untuk wisatawan

Acara peresmian penerbangan perdana Vietjet, maskapai berbiaya murah asal Vietnam, yang melayani rute Ho Chi Minh-Bali, di Kuta, Bali, Rabu malam (29/5/2019). (Istimewa)

Penerbangan ini juga merupakan diversifikasi target kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Asia Selatan.
Denpasar (ANTARA) - Vietjet, maskapai penerbangan swasta berbasis di Vietnam, resmi membuka jembatan udara antara Ho Chi Minh-Bali untuk wisatawan mulai Rabu (29/5), sehingga menjadi penerbangan pertama yang melayani rute tersebut.

Peresmian pelayanan penerbangan Ho Chi Minh-Bali dilakukan Do Xuan Quang, wakil presiden Vietjet, dengan Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, dan Deputi Bidang Pariwisata I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani serta beberapa duta besar dan Konjen Asean yang ada di Vietnam, dan para perwakilan otoritas Indonesia, di Kuta, Bali, Rabu malam.

“Kami bersyukur dapat menjadi maskapai pertama dan satu satunya yang memiliki penerbangan langsung yang menghubungkan Ho Chi Minh dan Bali. Penerbangan ini akan berkontribusi pada promosi pariwisata dan perdagangan di masing-masing wilayah,” kata Do Xuan Quang.

Vietjet, penerbangan berbiaya murah berbasis di Vietnam ini akan melayani penerbangan rute Ho Chi Minh-Bali lima kali atau lima hari dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu. Waktu tempuh penerbangan selama empat jam terbang, tambah dia.

“Selain akan membawa wisatawan Vietnam ke Bali, Vietjet juga menyasar wisatawan Bali dan mancanegara yang mau wisata ke Vietnam. Kami akan membantu wisatawan yang akan wisata ke Hanoi, ibukota Vietnam, Haiphong, Vinh, Thanh Hon, Quang Binh, Danang, Chu Lai, Nha Trang dan kota-kota lainnya di Vietnam,” kata Wakil Presiden Vietjet.

Vietjet juga siap melayani wisatawan untuk terbang ke regional. Penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) ini juga melayani beberapa penerbangan di Thailand di antaranya Bangkok, Phuket, Chiang Mai, Chiang Raid dan Krabi.

Penerbangan swasta berbasis di Vietnam ini juga memiliki jaringan penerbangan internasional di antaranya Taipei dan Kaoshiung (Taiwan), Singapore, Hongkong, Seoul dan Busan (Korsel), Yangon (Myanmar), Kuala Lumpur, Osaka dan Tokyo (Jepang), Siem Reap (Kamboja) dan China.

“Pada tahun 2018, Vietjet yang telah mengoperasikan 400 penerbangan setiap hari berhasil meraih penghargaan Best Ultra Low Cost Airline dan menduduki peringkat tertinggi untuk keselamatan penerbangan dengan tujuh bintang pada tahun 2019 oleh AirlineRatings.com,” ungkap Do Xuan Quang.

Ada pelayanan yang berbeda dibandingkan dengan penerbangan lainnya, Vietjen juga memberikan pelayanan di udara berupa hiburan, kursi keberuntungan, tarian dan nyanyian, pertunjukan sulap, hadiah kejutan dan pernikahan.

Rizki Handayani, dari Kementerian Pariwisata mengatakan, penerbangan ini merupakan upaya untuk mendatangkan wisatawan Vietnam, sebagai negara yang sedang tumbuh maju, untuk wisata ke Indonesia melalui Bali. Diharapkan nanti, wisatawan Vietnam bisa menjelajahi destinasi wisata lainnya misalkan di pulau Komodo, Lombok dan Jawa Timur.

“Penerbangan ini juga merupakan diversifikasi target kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Asia Selatan,” ujar Rizki.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi juga mengatakan penerbangan Vietjet melayani rute Ho Chi Minh-Bali merupakan hasil perjuangan diplomasi ekonomi antara Indonesia-Vietnam. Dengan tujuan meningkatkan perdagangan dan pariwisata kedua negara.

Baca juga: Maskapai Vietnam beli 40 pesawat Airbus

Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar