Erdogan: Turki tetap berkomitmen untuk jadi anggota penuh Uni Eropa

Erdogan: Turki tetap berkomitmen untuk jadi anggota penuh Uni Eropa

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara dalam sebuah pertemuan untuk mengumumkan reformasi yudisial di Ankara, Turki, Kamis (30/5/2019). ANTARA FOTO/Murat Cetinmuhurdar/Presidential Press Office/Handout via REUTERS/aww/cfo/aa

Ankara (ANTARA) - Turki mempertahankan komitmennya untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa sekalipun blok itu tidak memegang janjinya, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis, sehari setelah laporan Uni Eropa mengeritik Ankara mengenai kondisi ekonomi dan kehakimannya.

Saat mengumumkan sejumlah pembaruan kehakiman, Erdogan mengatakan di Ankara bahwa mereka akan secara efektif melarang hanya bagian jejaring yang "problematik" dan bukannya memberlakukan larangan akses total, demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis malam.

Wikipedia daring telah diblokir di Turki sejak 2017 berdasarkan hukum yang mengizinkan pemerintah untuk melarang jejaring yang dipandang sebagai ancaman buat keamanan nasional.

Erdogan juga mengatakan Turki tetap berkomitmen pada kebijakan "nol toleransinya" mengenai penyiksaan --dua hari setelah kelompok pengacara Ankara mengatakan lima personel Kementerian Luar Negeri melaporkan mereka telah disiksa dan diperlakukan dengan buruk di dalam tahanan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Uni Eropa seru Rusia, Turki, Iran lindungi warga sipil di Idlib

Baca juga: Turki tangkap 249 personel Kemlu terkait Gulen

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan dijadwalkan kunjungi Indonesia 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar