Angin Puting Beliung Rusakkan Ratusan Rumah di Bangka

Pangkalpinang (ANTARA News) - Angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi Rabu siang menyebabkan ratusan rumah di Pangkalpinang, Bangka, rusak berat dan rusak ringan, serta ratusan pohon tumbang, selain itu baliho-baliho roboh. Bencana alam itu juga menyebabkan kerusakan jaringan listrik, sehingga beberapa kawasan di kota Pangkalpinang gelap gulita hingga Rabu malam, sementara itu petugas PLN terus memperbaiki jaringan dan kabel yang rusak. Ny. Ina Bowo (34), warga Jalan Yos Sudarso I RT01/RW01 Gabek Pangkalbalam, Pangkalpinang, mengatakan bahwa saat terjadinya angin puting beliung ia bersama tiga anak-anaknya berada di kamar. "Tiba-tiba ada suara seperti bunyi gasing, tempat tidur kami bergetar dan sejenak kemudian terdengar genteng berjatuhan, menimpa perabotan rumah tangga. Hujan deras yang mengucur membasahi rumah yang sudah lepas gentengnya," ujar Ina. Sementara itu, Sukaryo, Ketua RW 01 Gabek, mengatakan, hasil pendataan di wilayahnya terdapat 56 rumah rusak ringan, enam rumah rusak berat, yaitu milik Kamal, Mustari, Farhan, Nunuk Wiharta, Ina Bowo dan Bastari. Di wilayahnya, menurut Sukaryo, telah dibuat posko dan dipasangi tenda untuk warga yang rumahnya rusak berat. Kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung rata-rata terjadi pada atap rumah. Atap rumah yang seluruh atapnya lepas, ada juga yang sebagian kecil saja. Di Simpang Empat Jalan Yos Sudarso, sebuah baliho iklan salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berukuran panjang tujuh meter dan lebar tiga meter dengan tonggak besi ketinggian enam meter roboh dan menimpa tiang listrik. Selain itu, di rumah sakit Bakti Timah ada tiga pohon besar tumbang, satu diantaranya menimpa pagar. Tempat parkir dan pos satpam di rumah sakit itu atap berikut kayu penyanggah beterbangan. "Keluarga dan pasien dirumah sakit sempat panik mendengar suara angin yang diikuti pohon tumbang serta bunyi atap jatuh. Ada pasien yang dibawa keluar ruangan. Untunglah atap di ruang perawatan tidak disambar angin," ujar Anton, yang menemani orang tuanya di paviliun Melati RS Bakti Timah. Secara terpisah, Camat Pangkalbalam, Pangkalpinang, Abu Bakar, menegaskan bahwa telah memerintahkan Ketua RT diwilayahnya untuk mendata kerusakan akibat angin puting beliung dan pada malamnya akan dilaksanakan rapat untuk menentukan langkah-langkah pemberian bantuan. "Pukul 20.00 WIB kita akan lakukan rapat di kantor camat. Wilayah Pangkalbalam, merupakan kawasan yang paling parah terkena angin puting beliung," ujarnya, sambil mengatakan, sebuah almari arsip kantor yang berada dibagian luar kantor camat yang belum sempat dimasukkan kedalam ruangan kantor hancur dibanting angin. Sementara itu, Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, menyatakan bahwa telah menyalurkan bantuan untuk korban angin puting beliung. Untuk tahap awal di Pos Komando (Posko) Jalan Yos Sudarso telah didatangkan sebanyak 30 dus super mie, lima dus sarden, lima dus kecap dan lima dus sauce, satu tenda peleton, tempat tidur lipat serta perlengkapan penerangan. Ia menambahkan, angin puting beliung juga merusakkan sejumlah rumah di Gerunggang, Paritlalang, Lembawai, Semabung, Rangkui, dan Bukit Merapin. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2008

BMKG Palangka Raya prakirakan kemarau di Kalteng terjadi Juni

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar