counter

Waspada hoaks saat liburan, mulai dari diskon hingga website palsu

Waspada hoaks saat liburan, mulai dari diskon hingga website palsu

Kegiatan Serial Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Yogyakarta oleh Program Vokasi Humas Universitas Indonesia (UI). (Megapolitan.antaranews.com/Foto: istimewa)

Liburan menjadi salah satu momentum yang tidak terlepas dari terjangkitnya virus sosial, penyebaran hoaks
Depok (ANTARA) - Pelaksana Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Vokasi Humas Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengingatkan masyarakat agar waspada akan maraknya hoaks atau berita bohong pada saat liburan.

"Liburan menjadi salah satu momentum yang tidak terlepas dari terjangkitnya virus sosial, penyebaran hoaks," ujar Devie Rahmawati, Founder Klinik Digital Vokasi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Sabtu.

Ia mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Central Florida Rossen College, media sosial menjadi sumber informasi liburan yang tidak terbatas, termasuk evaluasi tentang pelayanan hotel, rumah makan, dan tempat-tempat wisata.

"Isu dan dampak dari produksi dan penyebaran berita hoaks bahkan mampu menghilangkan nyawa manusia. Berkenaan dengan kegiatan yang berlangsung di Bulan Ramadhan, dalam sebuah dialog, tim menyampaikan informasi tentang hoaks yang juga membayang-bayangi suasana liburan," katanya.Devie Rahmawati yang juga Ketua Program Studi Vokasi Humas UI.

Satu dari tiga evaluasi tentang fasilitas liburan adalah informasi palsu. Para pemberi tinjuan dengan sengaja memberikan penilaian negatif, agar mendapatkan kompensasi finansial dari komentar yang mereka berikan di media sosial.

Karena ketika tulisan yang diberikan kemudian dibaca oleh banyak orang, maka mereka akan mendapatkan keuntungan ekonomi dari setiap komen atau klik yang diberikan oleh pembaca lain.

Selain itu lanjutnya juga ada website dan aplikasi palsu yang mengatakan bahwa mereka menjual barang-barang mewah misalnya, namun dengan harga diskon yang membuat banyak konsumen tergiur. Kenyataannya mereka hanya ingin mengambil data kita termasuk data keuangan seperti kartu kredit.

Hal ini terjadi dimana pun, sebagaimana di Eropa tahun 2018 lalu terdapat 5.000 orang menjadi korban penipuan pemesanan daring di saat liburan, dengan nilai kerugian mencapai tujuh juta poundstreling. Sebagian besar penipuan (53 persen) adalah pemesanan tiket pesawat.

Program Vokasi Humas UI, menyelenggarakan tiga kegiatan serial Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Yogyakarata bersama Kampus Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta; TVRI Yogyakarta; dan Masyarakat Umum dalam talkshow & dialog tentang “Saring Sebelum Sharing. Dalam Perspektif Sosial, Media, Keluarga, dan Kesehatan”. Ketiga kegiatan dihadiri lebih dari 100 peserta.

Dalam tiga pertemuan tersebut, keempat pembicara, yaitu Devie Rahmawati, Amelita Lusia, Reska Herlambang, dan Lim Suriady membeberkan sejarah, motivasi dan parktik-praktik hoaks baik di dalam maupun luar negeri.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KSAD tindak dua anggota dan istrinya yang sebar ujaran kebencian Wiranto

Komentar