counter

Menristekdikti : jangan sampai Pancasila "terkoyak-koyak"

Menristekdikti : jangan sampai Pancasila "terkoyak-koyak"

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai peringatan Hari Lahir Pancasila di Surabaya, Sabtu (Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan jangan sampai Pancasila yang telah menyatukan bangsa Indonesia "terkoyak-koyak".

"Kalau sampai negara "terkoyak-koyak" maka negara akan bubar karena Pancasila lah yang telah menyatukan kita sebagai Bangsa Indonesia," ujar Menristekdikti usai peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, Sabtu.

Menristekdikti menambahkan sebenarnya peran Pancasila tidak perlu dipertanyakan lagi, karena sudah berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa, budaya dan juga bahasa.

Para pendiri negara, kata dia, tepat memilih Pancasila yang merupakan lima sila dalam kehidupan berbangsa tersebut sebagai alat untuk mempersatukan bangsa.

"Maka Presiden Jokowi menetapkan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Kita sebagai anak bangsa harus menjaga Pancasila. Agar harmonisasi terus terjalin meskipun berbeda agama, suku bangsa tapi tetap hidup berdampingan seperti halnya Indonesia," jelas Menristekdikti.

Nasir juga menambahkan negara lain tidak ada yang seperti Indonesia, yang merupakan bangsa yang besar yang terdiri dari 17.000 pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa.

"Nah bagaimana menyatukan itu ya dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila," cetus dia.

Menristekdikti dan sejumlah pejabat tinggi melaksanakan upacara di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup besar di Jawa Timur.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di kampus itu dihadiri 3.000 peserta yang merupakan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.

Baca juga: ASN Sleman ikuti upacara Hari Lahir Pancasila meskipun sedang libur

Baca juga: Gereja Katolik ajak umat amalkan nilai-nilai Pancasila


Presiden setuju rekrut rektor asing asal sesuai UU dan PP

Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar