counter

Jelang Lebaran pemakaian pertamax di Sulawesi naik 14 persen

Jelang Lebaran pemakaian pertamax di Sulawesi naik 14 persen

Petugas kios pertamax menuangkan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Series kemasan kaleng ke mobil pemudik di Terminal Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Minggu (2/6/2019). (ANTARA/HO/Humas Pertamina).

Makassar (ANTARA) - Jelang Idul Fitri 1440 Hijriah/tahun 2019 konsumen pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Series, yakni Pertamax dan Pertamax Turbo di wilayah Sulawesi penjualannya mengalami lonjakan cukup signifikan.

"Ada kenaikan hampir 14 persen," ujar Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan, di Makassar, Minggu.

Kenaikan itu, berdasar catatan Tim Satgas RAFI (Ramadan Idul Fitri) Pertamina MOR VII bahwa pada periode normal rata-rata pemakaian pertamax se-Sulawesi sekitar 157.000 liter per harinya, tetapi memasuki H-7 Idul Fitri angkanya naik menjadi 178.000 ribu liter per hari.

"Tentunya animo masyarakat Sulawesi dalam menggunakan BBM yang berkualitas bagi kendaraannya terus mengalami peningkatan, apalagi digunakan mudik Lebaran," katanya.

Kenaikan yang signifikan tersebut ditunjukkan oleh BBM untuk jenis Pertamax Turbo. BBM beroktan 98 ini bahkan peningkatannya tembus ke level 20 persen.

Sebelumnya, rata-rata pemakaian harian hanya berkisar 3.000 liter per hari, tapi khusus memasuki masa mudik tahun ini menembus angka 3.600 liter per hari.

Peningkatan pemakaian Pertamax Turbo ini, Hatim menjelaskan, masih didominasi oleh pengendara di wilayah Sulsel yang angkanya melonjak sekitar 50 persen dari kisaran 1.500 liter per hari menjadi 2.300 liter per hari.

"Tidak hanya di Sulsel, BBM tersebut juga dipakai di Sulawesi Utara dan Gorontalo, masing-masing naik 38 persen dan 6 persen," beber Hatim.

Selain itu, pada beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak menyediakan nozel khusus pertamax, pilihan masyarakat untuk tetap mengisi kendaraannya dengan pertamax pun tidak berubah.

Salah satunya tren pemakaian pertamax yang dijual dalam kemasan kaleng (10 liter) di kios pertamax yang berada di 2 titik di Luwu Timur, yaitu Sorowako dan Wasuponda juga menjadi pilihan pengendara mengisi BBM.

Menurutnya, peningkatan pemakaian BBM Pertamax Series ini, menunjukkan bahwa para pemudik sudah lebih paham akan manfaat penggunaan BBM yang berkualitas.

"Dengan sosialisasi yang kontinu, masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih BBM yang membuat usia mesin kendaraan lebih awet," ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan Pertamax Series, seperti Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 dan Pertamax dengan RON 92 untuk kendaraan mesin bensin, cocok untuk perjalanan jauh, karena memiliki banyak keunggulan yakni mesin menjadi lebih dingin, awet serta lebih efisien karena irit bahan bakar.

"Selain meningkatkan perfoma mesin, yang tak kalah penting adalah lebih ramah lingkungan," katanya lagi.

Guna meningkatkan kenyamanan dalam bermudik, Hatim menyarankan kepada pemudik yang akan melakukan perjalanan jauh agar mengisi full tangki bakarnya di SPBU wilayah setempat sebelum berangkat, selanjutnya segera mengisi penuh jika kondisi tangki sudah terpakai setengah.

"Insya Allah mudik akan lebih nyaman dan tiba di kampung halaman dengan selamat bila bahan bakar sudah terisi penuh, apalagi menggunakan BBM jenis Pertamax Series," katanya lagi.

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Idul Adha, perajin patung sapi kebanjiran order

Komentar