counter

Komunitas media sosial bagi-bagi pakaian lebaran untuk anak yatim

Komunitas media sosial bagi-bagi  pakaian lebaran untuk anak yatim

Anak yatim di Lhokseumawe, Aceh, mendapat bingkisan sembako, uang serta baju lebaran dari komunitas Titipan Ureung Rame (TUR), yang mengalang bantuan melalui berbagai jenis media sosial, Minggu (2/6/2019). (Antara/ Mukhlis)

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA) - Komunitas media sosial di Aceh, yang mengatasnamakan dirinya Titipan Ureung Ramee (TUR), membagi-bagikan pakaian kepada ratusan anak-anak yatim yang bertempat di Lapangan Bola Kaki Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu.

“ Pakaian yang dibagikan kepada anak-anak yatim ini, berasal dari sumbangan donatur hasil dari penggalangan melalui berbagai jenis media sosial selama ini,” ungkap Desi Maulizar penggalang bantuan komunitas TUR.

Menurut dia, selama bulan Ramadhan relawan TUR, melalui media sosial mengumpulkan berbagai bantuan pakaian dan juga dana yang akan diberikan kepada anak yatim, setelah terkumpul, kemudian diberikan anak-anak yatim tersebut menjelang hari raya.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan donatur atas bantuan pakaian lebaran kepada anak-anak yatim di sini. Sehingga mereka dapat menikmati hari raya dengan penuh kegembiraan seperti anak-anak lainnya,” ungkap Desi.

Lanjutnya, selain memberikan pakaian lebaran kepada anak-anak yatim tersebut, pihaknya juga memberikan paket sembako serta uang kepada anak-anak yatim tersebut.

“Tidak hanya pakaian saja, akan tetapi anak-anak yatim ini juga mendapat sembako serta uang yang semuanya berasal dari donatur, baik yang ada di Aceh maupun dari luar Aceh yang telah mempercayakan kepada kami,” jelas Desi lagi.

Sebagaimana disebutkan oleh Desi, keberadaan komunitas TUR sudah berjalan selama 1,5 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya sudah membangun sebanyak sembilan unit rumah untuk warga miskin di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara maupun di Bireun.

“Bantuan tersebut berasal dari donatur yang digalang melalui media sosial yang memiliki prinsip sosial dan kemanusiaan. Begitu juga dengan pertanggungjawaban juga dilakukan secara transparan yang disiarkan melalui media sosial,” terang Desi Maulizar.

Sementara itu, salah seorang donatur Cut Ernita, mengakui sudah lama menjadi donatur tetap diantara para donatur lainnya di komunitas tersebut. Bahkan, dirinya mengaku bangga dapat berbagi dengan sesama melalui komunitas itu.

"Ini patut diapresiasikan, semoga komunitas penggalangan bantuan ini dapat terus berjalan dan semakin eksis sebagai wadah untuk saling membantu dan berbagi dengan seksama,” ucapnya.

Baca juga: Semen Indonesia Group santuni anak yatim di Aceh
Baca juga: Dyah Erti mengajak anak yatim belanja pakaian lebaran di mall
Baca juga: Pemko Sabang santuni anak yatim Rp2 juta per orang

Pelatihan vokasi jadi terobosan tingkatkan kualitas SDM

Pewarta: Mukhlis
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar