counter

Polisi Tulungagung tangkap musafir karena bawa senjata api organik

Polisi Tulungagung tangkap musafir karena bawa senjata api organik

Petugas memeriksa senjata api yang dibawa seorang pria asing (musafir) yang singgah di Masjid At-Taqwa, Perumahan Wisma Indah, Tulungagung, Senin (3/6) (Ist)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Aparat kepolisian dibantu warga di lingkungan perumahan Wisma Indah, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin antara pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB, menangkap seorang pria sipil yang menyaru sebagai musafir, karena kedapatan membawa senjata api organik dan senjata tajam.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Muclas (35), warga Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, Tulungagung itu ditangkap saat berakting tengah shalat Dhuha di Masjid At-Taqwa yang berlokasi di dalam kompleks perumahan Wisma Indah, Kedungwaru.

Menurut penuturan saksi yang juga Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Marcham (65), terbongkarnya kepemilikan senjata api itu tidak disengaja.

Semua bermula dari kecurigaan dua pengurus takmir, yakni Purwandi dan Ananto terhadap pria asing yang berulang kali datang dan beraktivitas di masjid saat kondisi sedang sepi.

"Beberapa tamu yang berkunjung ke masjid dua tiga hari terakhir memang sedang kami pantau karena dalam sepekan ini sudah tiga kali berturut kotak amal di dalam masjid di congkel dan isinya kosong (hilang)," tutur Marcham.
Petugas memeriksa senjata api yang dibawa seorang pria asing (musafir) yang singgah di masjid At-Taqwa, Perumahan Wisma Indah, Tulungagung, Senin (3/6) (Ist)

Dari kecurigaan itulah, Supardi dan Ananto kemudian memutuskan untuk mendatangi Muchlas yang terlihat duduk di teras samping masjid At-Taqwa.

"Tapi saat didekati dia langsung berlagak sedang shalat. Salah satu dari takdir kami, pak Purwandi lalu nekat menepuk pundak orang ini dan langsung mengambil tas yang di bawa (ditaruh di atas lantai)," ujarnya.

Dari penggeledahan itulah kepemilikan senjata api Muchlas diketahui. Warga juga menemukan beberapa peralatan yang diduga digunakan untuk sarana mencuri uang kotak amal, sebagaimana telah tiga kali dialami pengurus Masjid At-Taqwa.

Tak mau keburu tangkapannya kabur, Purwadi dan Ananto lalu menelepon warga lingkungan setempat yang berlatar belakang polisi untuk membantu proses penggeledahan dan penangkapan.

"Kami kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan beberapa saat kemudian petugas dari Polres Tulungagung melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap pelaku berikut tas yang dia bawa," paparnya.
Petugas memeriksa senjata api yang dibawa seorang pria asing (musafir) yang singgah di masjid At-Taqwa, Perumahan Wisma Indah, Tulungagung, Senin (3/6) (Ist)

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini jajaran Satreskrim masih terus melakukan pendalaman atas temuan tersebut.

Barang bukti berupa sepucuk senjata api revolver berikut peluru di dalamnya, sebuah dompet berikut beberapa kartu identitas kependudukan dengan identitas berbeda, surat-surat lampiran senjata api serta pelaku yang berstatus warga sipil/wiraswasta itu kemudian dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk kepentingan penyidikan.

"Kami minta waktu lah. Kita minta waktu keterangan dari Kasat Reskrim yang sedang mendalami hal tersebut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama nanti kami sampaikan hasilnya bagaimana," kata Kapolres Tofik Sukendar.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri periksa ratusan senpi dan urin anggota polisi

Komentar