Arus mudik melalui Pelabuhan Sampit mencapai puncak

Arus mudik melalui Pelabuhan Sampit mencapai puncak

Penumpang dengan tertib masuk ke KM Kirana III tujuan Surabaya, Senin (3-6-2019). (Foto: Norjani)

Sampit (ANTARA) - Arus mudik Lebaran 1440 Hijriah melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mencapai puncaknya dengan pemberangkatan tiga kapal mulai Senin siang hingga Selasa (4/6) dini hari.

"Alhamdulillah, berkat peran aktif dan koordinasi yang bagus semua pihak, penyelenggaraan arus mudik hingga H-2 Lebaran ini berjalan aman dan lancar. Hari ini penumpangnya paling banyak," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit Thomas Chandra di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan bahwa pada hari Senin ada dua kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit, yaitu KM Leuser milik PT Pelni dan KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama. Bagi PT Dharma Lautan Utama, KM Kirana III merupakan keberangkatan terakhir kapal mereka pada musim arus mudik tahun ini.

KM Leuser bertolak pukul 11.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut 1.643 penumpang, sedangkan KM Kirana III berangkat pukul 11.30 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengangkut 1.001 penumpang ditambah sepeda motor 26 unit dan mobil keluarga 14 unit.

Sementara itu, kapal terakhir yang diberangkatkan PT Pelni adalah KM Binaiya yang rencana berangkat pada hari Selasa pukul 02.00 menuju Semarang. Hingga Senin siang, tiket yang terjual untuk kapal ini sudah sekitar 800 tiket.

Jumlah penumpang yang diberangkatkan dengan tiga kapal tersebut sebanyak 3.444 penumpang.

Thomas menyebutkan sejak H-15 Lebaran atau 21 Mei hingga Senin sekitar 16.200 penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit. Jumlah itu ditambah dengan lebih dari 800 penumpang yang akan diberangkatkan menggunakan KM Binaiya pada Selasa dini hari.

Penyelenggaraan arus mudik di Pelabuhan Sampit dilayani PT Pelni yang mengoperasikan lima kapal dengan sembilan call atau keberangkatan, PT Dharma Lautan Utama mengoperasikan dua kapal dengan delapan keberangkatan dan PT Fajar Bahari Nusantara yang mengoperasikan satu kapal dengan tiga kali keberangkatan. Rute yang dilayani adalah Semarang, Surabaya, dan Jakarta.

Thomas mengapresiasi kerja sama semua pihak sehingga arus mudik berjalan lancar. Semua berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang.

"Prediksi kenaikan 10 persen sampai H-2 belum tercapai. Bisa jadi karena mungkin para pemudik ingin lebih nyaman pulang sehingga mereka memilih mudik di awal Ramadan 1440 Hijriah, apalagi sekolah memang sudah libur sehingga yang tersisa adalah mereka yang baru dapat libur," ujar Thomas.

Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit Hendrik Sugiharto mengaku bersyukur karena penyelenggaraan arus mudik berjalan dengan aman dan lancar. Dia berterima kasih atas dukungan semua pihak selama ini.

"KM Kirana III adalah kapal terakhir kami yang berangkat pada musim arus mudik tahun ini. Evaluasi kami, alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar," kata Hendrik.

Kepala PT Pelni Cabang Sampit Agus Suprijatno menyampaikan apresiasi serupa. Kerja sama yang baik semua pihak membuat penumpukan penumpang bisa dihindari sehingga arus penumpang ke pelabuhan berjalan lancar.

"Hari ini jumlah penumpang terbanyak, sedangkan penumpang kapal terakhir kami adalah KM Binaiya sedikit berkurang. Meski penumpang tinggi, kami tetap sesuai dengan dispensasi karena kami mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan," demikian Agus.

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puncak arus pemudik di pelabuhan Sampit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar