counter

Seluruh penumpang terangkut, tiga kapal cadangan urung beroperasi

Seluruh penumpang terangkut, tiga kapal cadangan urung beroperasi

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Yazid Fanani bersama Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie meninjau posko dan menyapa pemudik yang berada di kapal laut KM Dharma Kartika IX di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (3/6/2019). (Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S)

Sesuai dengan yang saya sampaikan sebelumnya, kami menyiapkan tiga kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, namun ternyata seluruh penumpang sudah terangkut oleh kapal yang ada
Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin tidak jadi mengoperasikan tiga kapal cadangan yang telah disiapkan karena seluruh penumpang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1440 hijriah di Pelabuhan Trisakti telah terangkut oleh kapal penumpang Roro.

Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Bambang Gunawan di Banjarmasin, Senin mengatakan, seluruh penumpang hingga pemberangkatan arus mudik hari terakhir telah terangkut oleh kapal penumpang, sehingga tiga kapal cadangan yang disiapkan tidak jadi dioperasionalkan.

"Sesuai dengan yang saya sampaikan sebelumnya, kami menyiapkan tiga kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, namun ternyata seluruh penumpang sudah terangkut oleh kapal yang ada," katanya.

Menurut dia, kapal cadangan yang terdiri dari dua kapal milik Navigasi Banjarmasin dan satu kapal milik KPLP Surabaya tersebut, bisa dioperasikan bila ada minimal 100 penumpang, yang tidak terangkut oleh kapal penumpang yang beroperasi di Banjarmasin.

"Kalau hanya 5-10 penumpang yang tidak terangkut, kami arahkan untuk naik pesawat saja," katanya.

Sebelumnya, sebanyak tujuh kapal penumpang, tiga di antaranya milik PT Dharma Lautan berkapasitas besar, disiapkan untuk mengangkut arus penumpang mudik Banjarmasin - Surabaya.

General Manager Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jasri mengatakan melayani pemudik pada arus mudik 2019 ini, pihaknya banyak meningkatkan sarana dan prasarana pelabuhan.

Bahkan tambah dia, karena jumlah penumpang melonjak cukup tajam, pihaknya menambah WC portable, untuk memudahkan para calon penumpang kapal yang sedang menunggu pemberangkatan.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga menambah fasilitas lainnya, seperti kipas angin dan ruang tunggu yang lebih nyaman dan bersih.

"Kami juga menambah tenda, sehingga penumpang yang tidak tertampung di ruang tunggu, tetap bisa beristirahat dengan baik," katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kendati terjadi lonjakan arus mudik melalui angkutan laut, namun tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan sebagaimana tahun sebelumnya.

Tidak ada penumpang yang menunggu dan tidur di pelabuhan hingga berhari-hari untuk bisa terangkut kapal. Hampir seluruh penumpang kapal, bisa terangkut pada saat pemberangkatan kapal hari itu juga.
 

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Basarnas cari 9 penumpang KLM Garuda Jaya

Komentar