counter

Artikel

H-2 Lebaran, mudik gratis hingga bayar zakat di terminal

Oleh Citro Atmoko

H-2 Lebaran, mudik gratis hingga bayar zakat di terminal

Pemudik antre memasuki KMP Setya Kencana di Pelabuhan Feri Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pelabuhan Jangkar, sejak H-15 sampai hari ini, sebanyak 9 ribu pemudik melewati Pelabuhan Feri Jangkar dengan tujuan Pulau Raas, Pulau Sapudi dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. (ANTARA FOTO/SENO)

Jakarta (ANTARA) - Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah baru saja ditetapkan oleh pemerintah jatuh pada 5 Juni 2019 atau besok lusa. Dua hari menjelang Lebaran atau H-2 Lebaran, pemudik masih memadati sejumlah prasarana transportasi umum mulai dari terminal, stasiun, bandara, hingga pelabuhan.

Untuk sampai ke kampung halaman, pemudik pun memanfaatkan program mudik gratis. Salah satunya yaitu program mudik gratis sepeda motor yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) yang menjadi serbuan pemudik rute Jakarta - Semarang.

Pantauan Antara di Jakarta, Senin ini, menunjukkan sejumlah pemudik yang datang menggunakan sepeda motor langsung melakukan check in di halaman depan Pelabuhan Tanjung Priok dan segera bergegas memasuki kapal KM. Dobonsolo. Padahal, kapal yang akan berlayar selama 15 jam sebelum menepi di pelabuhan di Semarang itu baru akan berangkat pukul 16.00 WIB.

Beberapa pemudik telah memilih kamar yang akan digunakan untuk beristirahat, sisanya mengambil kasur dan meletakkan di pelataran di dalam kapal. Salah satunya Wartinah, pemudik tujuan Randu Belatung Semarang yang sudah empat kali mudik gratis itu, mulai memasuki kapal sejak pukul delapan pagi karena takut tidak kebagian tempat.

Meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan kereta atau bus, faktor ekonomi membuat Wartinah beserta suami dan kedua anaknya memilih program mudik gratis itu.

"Lumayan duitnya bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain. Anak-anak juga senang bisa sambil jalan-jalan dan melihat pemandangan di luar," kata Wartinah.

Program mudik gratis sepeda motor yang dilaksanakan pada arus mudik 31 Mei, 1 Juni, dan 3 Juni dan arus balik pada 8, 10, dan 12 Juni 2019 di Pelabuhan Tanjung Priok itu sudah memasuki tahun keempat. Bagi pemudik yang berminat, bisa melakukan pendaftaran secara online atau mendapatkan tiket yang berlebih pada hari H keberangkatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan data dari PT Pelni, pada hari pertama keberangkatan 30 Mei, sebanyak 1.980 pemudik dan 910 motor telah berangkat dari 2.198 pemudik dan 995 motor yang telah mendaftar. Pada hari kedua 1 Juni, sebanyak 2.013 pemudik dan 839 motor telah berangkat dari 2.220 penumpang dan 1.004 motor yang mendaftar. Sedangkan, pada hari terakhir 3 Juni hingga pukul 14.30 WIB, 1.626 pemudik dan 717 motor telah melakukan check in dari 2.301 pemudik dan 1.037 motor yang mendaftar.

"Pemudik yang datang baru akan kita beri tiket, karena tidak semua yang daftar hadir. Tapi sudah dua hari ini tingkat keterisiannya di atas 90 persen," ujar Manajer Penjualan PT Pelni Fitriyaningsih di Terminal Penumpang Nusa 2, Pelabuhan Tanjung Priok.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono pun mengapresiasi pemudik yang ikut program mudik sepeda motor gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan kerja sama dengan PT Pelni. Menurutnya, program mudik sepeda motor gratis itu diselenggarakan guna mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas khususnya pada mudik lebaran.

Tingkat kecelakaan menggunakan sepeda motor sangat tinggi yaitu 33 ribu dan sebanyak 24 ribu dari total tersebut terjadi pada pengguna sepeda motor.

"Saya mengapresiasi yang dengan cerdas dan bijak memilih kapal untuk mudik karena bisa menjamin keselamatan," ujar Djoko.

Dari H-15 hingga H-2 Lebaran 2019 sendiri, PT Pelni telah memberangkatkan total 10.321 pemudik dari pelabuhan Tanjung Priok, naik 162 persen dibandingkan tahun lalu 6.371 penumpang. Lonjakan jumlah penumpang tersebut disebut tidak hanya terjadi di pelabuhan Tanjung Priok, namun merata di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

"Kenapa bertambah karena kami dari Pelni terus berbenah, memperbaiki fasilitas. Faktor eksternal juga ada karena harga tiket pesawat yang mahal," kata Plh. Manajer Komunikasi Kelembagaan dan CSR PT Pelni Ahmad Sudjadi di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2.

Pelabuhan Tanjung Priok yang pada 2018 lalu tidak terisi hingga 100 persen, pada arus mudik lebaran 2019 justru melebihi kapasitas. Jika sebelumnya pada H-15 masih banyak yang kosong, kini sejak H-15 sudah terisi 100 persen bahkan hingga H-2 Lebaran.

Kendati demikian, Ahmad menampik jumlah penumpang yang diangkut PT Pelni melebihi kapasitas kapal. Secara kapasitas, kapal masih mampu menampung penumpang dengan memberlakukan non seat yang berasal dari tiket dispensasi. Jumlah tiket dispensasi tersebut sebanyak 600 tiket atau 30 persen dari total kapasitas kapal. Selain itu, PT Pelni juga melakukan rekayasa operasi dengan memperhatikan sejumlah pelabuhan agar mampu membawa lebih banyak penumpang.


Berzakat di masjid terminal

Bagi para pemudik yang tidak sempat membayar zakat fitrah, Masjid Daarul Musafiriin yang berada di dalam Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, membuka penerimaan zakat fitrah. Pengurus masjid menerima pembayaran zakat fitrah mulai dari 15 Ramadhan sampai sebelum shalat Ied.

Hingga Senin petang, tercatat 107 orang telah membayarkan zakat fitrah di masjid tersebut. Adapun yang membayarkan zakat sebagian besar adalah penumpang dan juga karyawan yang bekerja di sekitar Terminal Pulo Gebang.

Besaran zakat fitrah sendiri yaitu sebanyak Rp40.000 per orang sesuai dengan ketentuan Baznas. Sementara, total sedekah dan zakat fitrah yang telah diterima mencapai lebih dari Rp8 juta. "Zakat fitrah akan dibagikan kepada mustahik di sekitar terminal," ujar pengurus Masjid Daarul Musafiriin Ahmad Syabandi.

Masjid Daarul Musafiriin terletak di lantai 1 Terminal Pulo Gebang. Masjid yang memiliki luas 400 meter persegi tersebut dan dapat menampung hingga 500 jamaah.

Selama Ramadhan, selain ta'lim, kegiatan belajar mengaji anak, dan shalat Jumat, Masjid Daarul Musafiriin juga mengadakan shalat tarawih dan menyediakan takjil gratis bagi penumpang. Masjid Daarul Musafiriin juga akan menggelar Shalat Ied, sehingga penumpang yang akan mudik dan pegawai terminal yang bertugas dapat menunaikan ibadah Shalat Ied.

Pada H-2 Lebaran, jumlah pemudik di Terminal Pulo Gebang menurun. Dari data pukul 00.00 WIB sampai 13.30 WIB, Senin, jumlah pemudik tercatat 3.749 orang dan 111 kendaraan yang diberangkatkan dari Terminal Pulo Gebang.

Sementara itu, pada H-3 Lebaran jumlah pemudik tercatat 10.111 orang. Sedangkan pada H-4 dan H-5 Lebaran, jumlah pemudik tercatat masing-masing 9.289 orang dan 8.796 orang. Puncak peningkatan jumlah penumpang di Terminal Pulo Gebang telah terjadi pada H-6 Lebaran, yaitu sebanyak 10.906 orang.

Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Terminal Pulo Gebang Emiral August, mengatakan, penurunan jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta melalui Terminal Pulo Gebang, salah satunya dikarenakan kegiatan mudik gratis yang dilaksanakan pemerintah dan swasta. "Atau bisa saja masyarakat beralih ke mobil rental," ujar Emiral.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah pemudik tidak akan terjadi pada H-1 Lebaran atau bahkan pada hari H, mengingat Terminal Pulo Gebang hanya melayani rute-rute jauh.

Kota-kota di wilayah Jawa Tengah, seperti Solo, Yogjakarta, Tegal, Pekalongan dan Wonogiri, menjadi yang paling banyak dituju oleh pemudik pada lebaran tahun ini. Untuk wilayah Sumatera, Medan, Padang, Palembang, Bengkulu, Lampung dan Ranau menjadi daerah tujuan terbanyak pada mudik lebaran kali ini.

Seperti Terminal Pulo Gebang, jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan pada Lebaran tahun ini juga relatif turun dibandingkan tahun lalu. Jumlah pemudik di Terminal Kampung Rambutan pada H-3 Lebaran berjumlah 14.604 orang, jauh lebih rendah dibandingkan H-3 Lebaran 2018 yakni sebanyak 15.953 orang.

Lebaran tahun ini pun didominasi oleh pemudik dengan tujuan Sumatera dengan prosentase hingga 50 persen. Ia memperkirakan arus mudik masih akan terjadi pada saat hari H.

"Hari H-nya ada juga yang masih melakukan perjalanan setelah Shalat Ied, seperti tahun kemarin ada 11 ribu orang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Thofik Winanto.


Bandara Halim PK

Sementara itu, ratusan calon penumpang memadati antrean di pintu keberangkatan Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, meski ada kenaikan harga tiket pesawat yang diberlakukan belum lama ini.

Hani, calon pemudik yang hendak mudik ke Sumatera, mengatakan kenaikan harga tiket itu cukup memberatkan baginya.Tetapi, dia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan pesawat karena jarak yang sangat jauh jika ditempuh melalui jalur darat.

"Ya, mau gimana lagi, biar cepat," katanya saat mengantre di pintu masuk Keberangkatan Bandara Halim.

Berbeda dengan Hani, Kikin, pemudik tujuan Semarang, mengatakan dirinya sudah memesan tiket pesawat dari dua bulan lalu, ketika belum ada kenaikan harga tiket pesawat.

"Alhamdulillah enggak kena pengaruh kenaikan harga tiket, karena sudah pesan dari dua bulan lalu," katanya.

Sementara itu, Iwan, pemudik yang ingin berlebaran di kampung halamannya di Padang, mengatakan telah membeli tiket pesawat saat ada pemberlakuan promo. Meski demikian, dia tetap mengaku keberatan dengan kenaikan harga tiket tersebut.

Dia tetap harus membayar tiket pulang dan balik seharga Rp2,8 juta meski sudah mendapat promo dari salah satu penyedia layanan pemesanan tiket pesawat. Kenaikan harga tiket pesawat itu tidak mengurungkan niatnya untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.


Cikampek
​​​
Sedangkan dari jalan tol, Jasa Marga mencatat volume lalu lintas kendaraan yang melewati jalan tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, arah Trans-Jawa pada H-3 Lebaran 2019 menurun dibandingkan hari sebelumnya. Jasa Marga mencatat ada sekitar 87.000 kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek pada H-4 Lebaran atau pada 1 Juni 2019. Sedangkan pada 2 Juni atau H-3 Lebaran, volume yang tercatat sebanyak 75.648 kendaraan.

Kepala Humas Jasa Marga Bekasi Hendra Damanik mengatakan kendaraan yang melintasi tol Jakarta-Cikampek umumnya menuju arah Jawa.

"Terkait kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah mana saja, saya kurang tahu. Tapi yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek rata-rata menuju arah Jawa," katanya.

Di sisi lain, volume kendaraan yang melintasi tol Jakarta - Cikampek dari arah sebaliknya atau ke arah Jakarta pada H-3 Lebaran sebanyak 9.217 kendaraan, turun 59 persen dari prediksi sebanyak 23.476 kendaraan.

Pada 3 Juni 2019 atau pada H-2 Lebaran, PT Jasa Marga kembali memberlakukan sistem satu arah sejak pukul 06.25 WIB dari kilometer 70 di gerbang tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai kilometer 414 di gerbang tol Kalikangkung Jalan Tol Batang - Semarang. Sistem satu arah diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik maupun arus balik.

Terakhir, dari Stasiun Pasar Senen, kepadatan rata-rata penumpang di Stasiun Gambir pada Senin hari ini mencapai lebih dari 24.400 orang. Sehingga total pemudik yang sudah berangkat dari Stasiun Gambir sejak H-10 atau 26 Mei 2019 mencapai lebih dari 178.000 orang.*


Baca juga: Pemudik turun di terminal Pamekasan capai 884 orang

Baca juga: Jumlah pemudik Lebaran 2019 di Bandara Adisutjipto alami penurunan

Baca juga: 14.550 pemudik di Pelabuhan Trisakti berlayar ke Surabaya

Oleh Citro Atmoko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

H-2 Lebaran, 70 persen pemudik menyeberang ke Sumatera

Komentar