counter

UEFA Nations League

Ronaldo akhiri puasa gol timnas selama 349 hari

Ronaldo akhiri puasa gol timnas selama 349 hari

Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo berpose dengan bola yang diberikan kepadanya karena mencetak trigol, dalam pertandingan semifinal UEFA Nations League melawan Swiss di Portugal, Kamis (6/6/2019).Portugal memenangi laga tersebut dengan skor 3-1 . (twitter.com/UEFAEURO)

Jakarta (ANTARA) - Cristiano Ronaldo mengakhiri puasa golnya di timnas Portugal selama 349 hari, ketika ia mengemas trigol ke gawang Swiss dalam pertandingan semifinal UEFA Nations League yang dimainkan di stadio do Dragao, Porto, Portugal, Kamis dini hari WIB.

Sebelum laga ini, terakhir kali Ronaldo mencetak gol saat berbalut seragam timnas adalah saat Portugal menang 1-0 atas Maroko dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2018.

Pertandingan melawan Swiss merupakan laga ke-157nya untuk Portugal, dengan gol-gol ke-86, 87, dan 88nya. Ini sekaligus merupakan ketujuh kalinya Ronaldo mengukir trigol untuk timnasnya.

Catatan gol dan penampilan Ronaldo yang mengagumkan ini bahkan masih dapat bertambah dan membuatnya melampaui rekor-rekor yang dicetak para pemain terdahulu.

Sampai sekarang, rekor penampilan terbanyak untuk timnas digenggam Ahmed Hassan asal Mesir. Ia pensiun pada 2012 dengan catatan 184 penampilan.

Seandainya Ronaldo dapat terus dimainkan pada kualifikasi Piala Eropa 2020, putaran final Piala Eropa 2020 (diasumsikan Portugal lolos), dan fase kualifikasi Piala Dunia 2022 untuk kemudian tampil di Qatar, maka ia berpeluang besar melampaui rekor tersebut.

Dari pertandingan-pertandingan di atas, ia akan memerlukan koleksi 12 gol untuk menggenapi koleksi gol internasionalnya menjadi 100.

Saat ini, Ronaldo berada di posisi kedua dalam daftar peringkat pencetak gol untuk timnas. Posisi puncak daftar tersebut diduduki mantan penyerang Iran Ali Daei, dengan koleksi 109 gol.

Baca juga: Trigol Ronaldo antar Portugal ke final setelah singkirkan Swiss

Baca juga: Portugal bertekad tak biarkan trofi Nations League pergi dari negaranya

 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar