counter

UEFA Nations League

Pelatih Portugal tegaskan Joao Felix bukan sedang jalani ujian

Pelatih Portugal tegaskan Joao Felix bukan sedang jalani ujian

Talenta muda tim nasional Portugal Joao Felix (kanan) menyalami pelatih Fernando Santos (tampak punggung) usai ditarik keluar dalam babak kedua laga semifinal UEFA Nations League di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Rabu (5/6/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Susana Vera)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional Portugal Fernando Santos menegaskan bahwa keputusannya memainkan talenta muda yang tengah naik daun, Joao Felix, dalam laga semifinal UEFA Nations melawan Swiss bukanlah sebuah ujian.

Pemain muda Benfica itu untuk pertama kalinya melakoni debut bersama timnas Portugal di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis dini hari WIB, di tengah kencangnya rumor ketertarikan klub-klub raksasa Eropa untuk memboyongnya pada musim panas ini.

"Itu bukan ujian, itu cuma terjadi di sekolah," katanya dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi UEFA.

"Saya meninjau setiap pemain sepanjang musim dan pemanggilan hanya terjadi jika mereka pantas berada di sini dan bisa main dalam situasi apapun," ujar dia menambahkan.

Baca juga: Trigol Ronaldo antar Portugal ke final setelah singkirkan Swiss

Felix sempat menjanjikan penampilan gemilang di debutnya saat memaksa kiper Swiss Yann Sommer dalam situasi tertekan di awal laga.

Namun, sejak itu ia tak banyak terlibat dalam pertandingan, kecuali ketika memperoleh peluang pada pengujung babak pertama di mana ia gagal menaklukkan Sommer dalam situasi satu lawan satu.

Setelah melakoni debut yang tak cukup membayar harapan besar terhadapnya, Felix ditarik keluar digantikan Goncalo Guedes pada menit ke-70.

Sementara Felix tak banyak berkontribusi, Portugal berhasil memenangi pertandingan dengan skor 3-1 atas Swiss berkat trigol Cristiano Ronaldo untuk melangkah ke partai final menghadapi pemenang laga semifinal lain antara Belanda kontra Inggris.

Baca juga: Ronaldo sang pembeda

Baca juga: Sesal Swiss, dominasi tanpa kemenangan

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar