Ponsel "Lifestyle" Diminati Selama 2008

Surabaya (ANTARA News) - Sepanjang tahun 2008, telepon seluler (ponsel) bertipe "lifestyle" terlaris dibandingkan dengan ponsel tipe lain yang dijual di Jawa Timur, terutama vendor yang menawarkan fitur musik, kamera, dan televisi. "Kontribusi ponsel `lifestyle`, seperti seri W200, sekitar 50 persen dari total penjualan di Jatim dan Bali selama 2008 yang tercatat sebanyak 250 ribu unit," kata Area Manager Sony Ericsson Regional Jatim-Bali, Yusuf Syamsu di Surabaya, Jumat. Kontribusi penjualan lainnya, seperti ponsel Sony Ericsson seri "cybershot" atau kamera sekitar 30 persen, dan sisa 20 persen dari penjualan seri mobile web yang membidik kalangan menengah ke atas. "Selama 2008, penjualan ponsel kami di Jatim-Bali baru sekitar 24 persen. Namun, pada tahun ini, kami optimistis penjualannya bisa tumbuh hingga 50 persen. Apalagi kami mempunyai konsumen yang fanatik," katanya. Untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, kata dia, Sony Ericsson akan mengeluarkan ponsel seri terbaru. Hal ini diupayakan untuk terus menggaet pelanggan baru, khususnya di segmen "lifestyle" dan "mobile web". Sampai saat pasar ponsel tersebut masih terbuka luas. Hal ini karena belum digarapnya pasar tersebut oleh sejumlah vendor. "Respons positif masyarakat atas ponsel mobile web kami terlihat dari penjualan seri X1 yang cukup baik meskipun harganya relatif tinggi. Apalagi seri tersebut menggunakan Operating System Windows Mobile 6.01," katanya menjelaskan. Di tempat lain, Wakil Direktur PT Suksesindo Bumi Citra wilayah Jawa Timur, Joy Sanjaya mengatakan, sebagai distributor ponsel China, Nexgen, total penjualan ponsel Nexgen di tahun 2008 mencapai 20 ribu unit. Tahun ini, pihaknya meyakini penjualan ponsel Nexgen bisa mencapai dua kali lipat. Keoptimisan itu didukung masih tingginya minat konsumen terhadap ponsel Cina. Apalagi harga yang ditawarkan relatif murah dan dilengkapi fitur-fitur menarik. "Selain itu, penjualan kami ikut terdorong adanya program `bundling`. Selama ini konsumen lebih meminati jenis `dual on`. Bisa GSM dan CDMA serta ponsel TV," ujarnya. Kontribusi ponsel yang dilengkapi fitur TV cukup besar sekitar 22 persen dari total penjualan. Kontribusi lebih tinggi disumbang ponsel yang sedang mengadakan program bundling. "Tidak main-main, dari total penjualan, 50 persen berasal dari program bundling ini," katanya menandaskan. Pada tahun 2008, Nexgen sudah mengeluarkan tujuh tipe. Sementara pada tahun 2009 akan lebih banyak lagi tipe baru yang dikeluarkan, diperkirakan lebih dari 10 tipe baru. Bahkan, pada bulan Januari saja, Nexgen sudah mengeluarkan dua tipe baru. Dengan semakin banyaknya tipe yang dikeluarkan, dia berharap bisa mendongkrak pencapaian target yang sudah ditetapkan.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Pengendalian IMEI untuk pembatasan ponsel ilegal

Komentar