counter

BMKG siapkan peta cuaca destinasi wisata mudahkan masyarakat melancong

BMKG siapkan peta cuaca destinasi wisata mudahkan masyarakat melancong

Peta cuaca destinasi pariwisata Sulut (1)

Manado (ANTARA) - Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Carisz Kainama mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyiapkan peta cuaca di sejumlah tempat yang menjadi destinasi wisata.

"Upaya ini lebih pada bagaimana memudahkan wisatawan mengakses kondisi cuaca di tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata," kata Carisz di Manado, Jumat.

Dia meyakini bahwa usai berhari raya Lebaran, banyak warga yang akan mengisi hari libur dengan berwisata ke destinasi yang ada di kabupaten dan kota. Karena itu peta cuaca di masing-masing destinasi wisata ini ikut memberikan kemudahan bagi warga yang akan berwisata.

"Peta cuaca yang masih berbasis web diangkat pada saat dibangun posko Lebaran. Layanan peta cuaca ini akan berakhir pada 13 Juni mendatang," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, apabila pemerintah provinsi ataupun kabupaten dan kota berharap peta cuaca ini tetap tersedia setiap hari, BMKG akan mempertimbangkannya. Peta cuaca ini menyuguhkan cuaca setiap lokasi wisata pada pagi, siang hingga malam hari.

"Mudah-mudahan ini akan membantu masyarakat yang akan berwisata, ketika diakses masyarakat bisa mengetahui perkiraan cuaca di masing-masing lokasi wisata yang dituju," ujarnya.

Beberapa destinasi wisata yang dilengkapi dengan perkiraan cuaca yaitu Pagoda Ekayan, Danau Linow, Waruga, Bukit Doa (Kota Tomohon), Bukit Kasih, Danau Tondano dan Pantai Mahembang (Kabupaten Minahasa).

Selanjutnya, Pulau Lembeh, Tandurusa (Kota Bitung), Pantai Pulisan, Casabaio, Pulau Gangga, serta Pulau Lihaga, Pantai Pall, Air Terjun Tunan (Kabupaten Minahasa Utara).

Sementara di Kota Manado mencakup Pulau Siladen, Pulau Bunaken, Gunung Tumpa, Air Terjun Kima Atas, Boulevard dan Pantai Malalayang.
 

BMKG perkirakan musim hujan mundur hingga 30 hari

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar