Solok (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat menyatakan 10 kuliner khas daerah itu memanjakan selera para wisatawan yang mengisi masa liburan Lebaran 2019 di daerah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Yandra Prasat di Arosuka, Jumat, mengatakan setidaknya ada 10 kuliner yang mesti dicicipi wisatawan yang berkunjung ke daerah itu selama mengisi libur Lebaran.

"10 kuliner tersebut di antaranya palai atau pepes bilih Singkarak di kawasan Danau Singkarak, gulai ayam hitam di Nagari Sulik Aie, pangek Sasau di arah Ombilin dan Nagari Paninggahan, Ampiang Dadiah atau jajanan susu kerbau yang difermentasi," katanya.

Selain itu,  kalio baluik tapak leman, galamai karucuik, samba lado masiek patai cino, panyiaram pisang, randang pangicuah, samba lado cangkuak karupuak jangek.

Ia mengatakan kalio baluik tapak leman merupakan gulai kental belut yang dicampur daun mangkuk atau tapak leman, sedangkan samba lado masiek patai cino adalah sambal yang digoreng kering dengan petai.

Selain itu, galamai atau gelamai karucuik khas Solok, panyiaram pisang, randang atau rendang pangicuah, dan samba atau sambal lado cangkuak dengan kerupuk kulit atau jangek yang ada hampir di semua daerah di Kabupaten Solok.

Kuliner tersebut, kata dia, disajikan di beberapa rumah makan di Solok, seperti palai bilih Singkarak dan pangek sasau yang disajikan di beberapa rumah makan arah Singkarak atau Ombilin sebagai menu makanan utama.

Jika sedang berwisata melewati Nagari Guguak dan Talang pada hari balai atau pasar, kata dia, wisatawan juga dapat mencoba katupek langkok yang isinya seperti ketupat dengan kuah gulai yang dicampur kuah kacang dan sate yang dalam satu piring.

Kabupaten Solok sebagai penghasil beras Solok juga menjual beras Solok terbaik sebagai oleh-oleh di sepanjang "heller" dan toko yang berada di Jalan Lintas Solok.

Ia menyebutkan beberapa rumah makan menyediakan menu khas Solok sebagai menu andalan yang wajib dicoba para pengunjung dan wisatawan yang datang ke daerah tersebut.
 

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2019