Wisatawan padati tugu gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar di Aceh

Wisatawan padati tugu gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar di Aceh

Pengunjung berswafoto di Tugu Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan di kawasan Pantai Batu Putih, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (9/6/2019). (ANTARA Foto/Teuku Dedi Iskandar)

Di lokasi ini juga terdapat sejumlah ilmu pengetahuan yang memuat sejarah dan silsilah keluarga besar Teuku Umar Johan Pahlawan, dan cerita singkat sejarah perlawanan pahlawan nasional kala melawan kolonial Belanda ratusan tahun silam.
Meulaboh (ANTARA) - Wisatawan lokal dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh memadati tugu peringatan gugurnya pahlawan nasional Teuku Umar Johan Pahlawan di kawasan Pantai Batu Putih, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

"Kami suka datang ke Tugu Gugurnya Teuku Umar karena di lokasi ini kami bisa membaca sejarah, sekaligus mengedukasi anak-anak agar lebih tahu terhadap sejarah Aceh," kata Desi Yanti (35), seorang pengunjung asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Minggu (9/6) di Meulaboh.

Di lokasi ini juga terdapat sejumlah ilmu pengetahuan yang memuat sejarah dan silsilah keluarga besar Teuku Umar Johan Pahlawan, dan cerita singkat sejarah perlawanan pahlawan nasional kala melawan kolonial Belanda ratusan tahun silam.

Catatan sejarah tersebut juga terukir dengan tinta emas di setiap dindingnya diatas batu marmer berwarna hitam.

"Senang saja kesini, kami lebih bisa menghargai jasa dan perjuangan pahlawan dalam mempertahankan tanah air," katanya.

Hal senada juga disampaikan Samsul Rizal, wisatawan lokal asal Aceh Barat, setiap tahunnya ia membawa anak-anak dan keluarganya untuk bisa berekreasi di tugu tersebut karena ingin mengenang perjuangan pahlawan Aceh.

"Selain bisa berswafoto, tugu peringatan gugurnya Teuku Umar Johan Pahlawan memang tidak pernah bosan untuk dikunjungi," katanya menambahkan.

Hanya saja, pengunjung berharap tempat wisata bersejarah tersebut dapat semakin ditingkatkan prasarana dan sarana pendukung, agar semakin didatangi oleh wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara, pintanya.
 

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar