counter

UEFA Nations League

Deretan kekecewaan berbalut optimisme Pasukan Oranje

Deretan kekecewaan berbalut optimisme Pasukan Oranje

Bek sekaligus kapten tim nasional Belanda Virgil van Dijk berjalan melewati trofi UEFA Nations League seusai menerima medali runner-up lantaran kalah 0-1 melawan Portugal dalam partai final di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Minggu (9/6/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Carl Recine)

Rasa pahit kekalahan sebuah final biasanya akan terkenang
Jakarta (ANTARA) - Para pemain tim nasional Belanda tak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka setelah kalah 0-1 dari Portugal dalam partai final UEFA Nations League di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Senin dini hari WIB.

Kendati demikian tak sedikit dari mereka yang berusaha membalut kekecewaan itu dengan kata-kata sarat optimisme atas capaian yang telah diraih sejauh ini.

Berikut adalah komentar-komentar purnalaga para pemain Belanda dilansir laman resmi UEFA:

Virgil van Dijk (Bek tengah, kapten)
"Tentu saja kami kecewa. Kami harus mengucapkan selamat kepada mereka. Kami sedikit sial hari ini, namun patut bangga dan tak boleh menundukkan kepala....saya pikir tak seorangpun bakal mempercayai kami jika di awal turnamen kami bilang akan mencapai final.

Sungguh sangat disayangkan kami kalah sebab kami ingin sekali memenangi trofi itu. Sayang kami pulang dengan tangan hampa, tapi kami tetap patut bangga. Kami menciptakan skuat yang kuat baik di dalam maupun di luar lapangan. Itu harus berlanjut. Kekalahan ini tidak boleh merusak perkembangan kami."

Frenkie de Jong (Gelandang, Pemain Muda Terbaik UEFA Nations League)
"Sebagai sebuah tim jika sudah sedekat ini dengan trofi tentu Anda ingin memenanginya. Kami tidak menampilkan permainan terbaik malam ini, namun ini adalah pengalaman yang akan menjadi modal untuk Piala Eropa tahun depat, di mana kami berharap bisa tampil lebih baik.

Kami telah memperlihatkan kepada semua pihak agar memperhitungkan kami lebih serius. Kami memperoleh pengalaman luar biasa dari putaran final ini. Kami tentu harus melewati fase kualifikasi dulu, namun kami mendapatkan keuntungan dari pengalaman ini.

Tentu saya lebih ingin menjuarai turnamen ini dengan tim, namun selalu menjadi sebuah kehormatan untuk mendapatkan penghargaan individual."

Baca juga: Bernardo Silva Pemain Terbaik, De Jong Pemain Muda Terbaik

Daley Blind (Bek)
"Kami sangat kecewa tidak bisa memenangi trofi ini. Rasa pahit kekalahan sebuah final biasanya akan terkenang. Anda harus bisa memenangi laga di mana tampil buruk, namun hari ini angin tak berhembus ke arah kami. 120 menit yang kami habiskan melawan Inggris cukup menguras tenaga.

Kami melewati turnamen UEFA Nations League yang luar biasa dengan mengalahkan tim-tim besar. Jika Anda menilik titik mula kami, tentu yang kami lakukan sudah luar biasa. Dan seisi negara juga sudah mendukung tim ini lagi. Kami harus melanjutkan ini. Saat ini mungkin kami kecewa dan marah, tapi kami bisa menatap musim depan dengan kepala tegak."

Luuk de Jong (Penyerang)
"Portugal sangat disiplin di lini belakang dan kami kesulitan mencari celah. Pada babak kedua kami mulai lebih sering mendekati area kotak penalti lawan, namun mereka selalu berbahaya dalam serangan balik dan itu mereka buktikan lewat gol.

Tentu saja kami bangga. Kami mencapai final turnamen. Kami memperlihatkan apa yang bisa kami lakukan, menyajikan bahwa kami punya banyak kualitas. Sekarang semuanya di tangan kami untuk melanjutkannya di kualifikasi Piala Eropa 2020."

Jasper Cillessen (Kiper)
"Itu tendangan yang keras (dari Goncalo Guedes) dan saya terlambat melihatnya karena Denzel (Dumfries) menghalangi jalur penglihatan. Meskipun ini penampilan ke-50 saya namun yang tersisa hanya rasa pahit.

Saya sangat kecewa. Ini kekalahan final kedua saya musim ini. Saya juga kalah di Piala Raja, juga banyak dilanda cedera, ini musim yang patut dilupakan."

Baca juga: Kekalahan di final perburuk rekam jejak Belanda kontra Portugal

Baca juga: Fernando Santos abaikan komentar negatif perihal gaya permainan

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar