counter

French Open 2019

Thiem: perjalanan di French Open sangat brutal namun unik

Thiem: perjalanan di French Open sangat brutal namun unik

Petenis Austria Dominic Thiem mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Serbia Novak Djokovicdalam babak semi final Turnamen Tenis Prancis Terbuka, di Roland Garros, Paris, Prancis, Jumat (7/6/2019). Pertandingan ini dihentikan sementara dengan alasan cuaca buruk saat Thiem sebagai unggulan ke-4 \ unggul 6-2, 3-6, dan 3-1 atas lawannya yang merupakan petenis nomor satu dunia ANTARA FOTO/Reuters- Vincent Kessler/hp.

Jakarta (ANTARA) - Petenis Austria Dominic Thiem, yang menghadapi Rafael Nadal di babak final French Open 2019 (Roland Garros), mengaku pertandingannya di turnamen Grand Slam tersebut berjalan dengan brutal namun unik.

"Itu hal yang unik dan juga brutal dalam tenis, saya memenangkan enam pertandingan yang luar biasa. Kemarin saya mengalahkan salah satu legenda terbesar. Bahkan 24 jam kemudian saya harus menghadapi lagi legenda menakjubkan lainnya, melawan pemain lapangan tanah liat terbaik sepanjang masa," kata Thiem melangsir laporan atptour.com, Senin.

Sebelum dikalahkan Nadal yang meraih trofi ke-12 Roland Garros, Thiem berada dalam kondisi yang meyakinkan setelah mengalahkan unggulan nomor satu dunia Novak Djokovic di semifinal pada hari Sabtu.

Meski menjalani pertandingan selama dua hari dan sejumlah penundaan akibat hujan yang mengguyur arena tanah liat, Thiem bisa mempertahankan kondisi mental dan staminanya untuk menundukkan petenis Serbia itu dengan skor 6-2, 3-6, 7-5, 5-7, 7-5.

Sebelum menghadap Djokovic di semifinal, unggulan keempat itu terlebih dulu mengalahkan Gael Monfils (mantan unggulan ke-6) dan kemudian Karen Khachanov (unggulan ke-9) tanpa kehilangan lebih dari empat gim dalam satu set.

Meski begitu, di hari Minggu hasilnya adalah ia tidak mampu menandingi unggulan ke-2 Nadal yang menyandang status sebagai Raja Tanah Liat.

"Itu menunjukkan betapa sulitnya untuk memenangkan Grand Slam saat ini. Kemarin saya merasa sangat bahagia dengan kemenangan yang sangat baik, namun hari ini saya kalah. Saya gagal mewujudkan impian terbesar dalam karir tenis saya, jadi saya tidak merasa sebaik kemarin," pungkas Thiem.

Meski Thiem telah mengalami pergolakan emosi yang begitu besar akibat naik-turun pertandingan, namun dengan tidak ragu-ragu ia mengaku sudah menikmati permainan yang luar biasa di Roland Garros.

"Saya memberikan semua yang saya miliki dalam dua minggu ini. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Memang tidak cukup pada akhirnya, tetapi saya sudah melangkah (maju) sangat jauh," katanya.

Baca juga: Juarai French Open, Nadal banjir pujian di media sosial
Baca juga: Nadal tundukkan Thiem demi rekor gelar ke-12 French Open


 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turnamen tenis jaring atlet PON 2020

Komentar