counter

Asita minta kepala daerah turun tangan atasi pungli di SBD

Asita minta kepala daerah turun tangan atasi pungli di SBD

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans (Foto/Dok.Asita NTT)

Kupang (ANTARA) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans, meminta agar kepala daerah turun tangan untuk mengatasi langsung praktik pungutan liar (Pungli) pada sejumlah objek wisata di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Pulau Sumba.

"Kepala daerah perlu turun tangan atasi pungli objek wisata di Sumba Barat Daya mengingat kondisi ini masih marak dan menjadi kendala para pelaku wisata ketika melayani wisatawan yang datang ke sana," katanya kepada Antara di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, praktik pungli ini dialaminya secara langsung maupun rekan-rekan operator tur anggota ASITA NTT yang melayani para wisatawan ketika berwisata di Sumba Barat Daya.

Kondisi ini, lanjutnya, terjadi pada sejumlah destinasi wisata di daerah setempat seperti Tanjung Mareha, Watu Malando, Pantai Mbawana.

Praktik pungutan liar, lanjutnya, dilakukan dengan berbagai kedok seperti buku tamu untuk tiket masuk, parkiran, pemakaian toilet. Selain itu, ketika wisatawan berdiri di samping kuda untuk berpose juga harus membayar di luar dari biaya ketika ingin menunggangi kuda.

"Ini yang membuat pusing kita sebagai operator tur karena akan menimbulkan kesan buruk bagi wisatawan," katanya.

Ia mengatakan, pada destinasi wisata lainnya di Pulau Sumba memiliki manajemen yang cukup baik seperti di Kabupaten Sumba Timur, namun khusus di Sumba Barat Daya yang menurutnya masih terkesan adanya pembiaran. "Khusus di Sumba Barat Daya ini, sepertinya Pemda adem ayem saja," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta pemerintah daerah di Sumba Barat Daya agar fokus menata kembali berbagai objek wisata dengan keindahan yang sangat memikat wisatawan.

Menurutnya, upaya promosi yang gencar di luar tidak akan berdampak banyak terhadap kunjungan wisatawan jika destinasi belum ditata secara baik termasuk aspek keamanannya.

"Pemda hendaknya berkonsentrasi pada pembenahan destinasi, sementara untuk promosi tinggal berkoordinasi bersama para pelaku pariwisata karena itu memang tugas mereka" pungkasnya.

Baca juga: Objek wisata di Sumba Barat Daya masih diwarnai pungli
Baca juga: Masih ada pungli di objek wisata Kerinci

Baca juga: Polisi tangkap empat pelaku pungli Wisata Kintamani

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar