counter

Dua pengawas pemilu di Purworejo terima santunan

Dua pengawas pemilu di Purworejo terima santunan

Ikustrasi - Penyerahan santunan dari Bawaslu DIY kepada ahli waris panwascam yang meninggal dunia saat bertugas selama masa Pemilu 2019 (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Purworejo (ANTARA) - Ahli waris dua pengawas pemilu di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan telah menerima dana santunan kecelakaan kerja.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Purworejo Didik Budi Prasetyo di Purworejo, Senin, mengatakan dana santunan diberikan langsung oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ke masing-masing keluarga Nurhadi dan Muchtarom.

Dana santunan diberikan secara non tunai yang masuk ke rekening atas nama kuasa ahli waris dari keluarga.

"Bawaslu Kabupaten Purworejo bertugas melengkapi berkas administrasi dan mengawal pemberian dana santunan tersebut ke pihak keluarga. Bawaslu juga memastikan agar dana santunan itu diterima oleh pihak keluarga serta dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Menurut dia dana santunan yang diterima oleh petugas yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta. Dana santunan diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak almarhum.

"Bawaslu telah melakukan konfirmasi ulang terkait dana santunan. Sebelum Lebaran kemarin, informasi yang kami terima dana santunan sudah masuk ke rekening. Setelah menerima, harapannya dana dapat digunakan untuk menunjang pendidikan anak-anak almarhum," katanya.

Nurhadi adalah pengawas pemilu Desa Megulung Lor, Kecamatan Pituruh dan Muchtarom adalah Pengawas TPS 08 Desa Kalisemo Kecamatan Loano.

"Kedua almarhum kini meninggalkan anak-anak yang masih di bawah umur. Nurhadi meninggalkan tiga orang putri yang kini diasuh oleh ibu dan neneknya. Tetapi, sebelum Nurhadi meninggal sudah cerai. Berbeda dengan Muchtarom yang meninggalkan seorang putra. Kemudian status anak menjadi yatim piatu karena sepuluh bulan sebelumnya ibunya telah meninggal," kata Didik.

Ia mengatakan untuk biaya kehidupan sehari-hari diharapkan dapat ditanggung bersama oleh keluarga. Sedangkan untuk dana santunan yang diterima seharusnya dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak-anak.

"Masa depan anak-anak almarhum masih panjang. Sehingga harus dimanfaatkan betul dana santunan itu untuk kebutuhan pendidikan. Jangan sampai uang tersebut digunakan untuk keperluan harian," katanya.*


Baca juga: Risma kunjungi keluarga KPPS meninggal di Simokerto Surabaya

Baca juga: KPU Ngawi serahkan dana santunan ke penyelenggara pemilu yang sakit

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rp500 juta santunan korban KM Izhar dari Jasa Raharja

Komentar