Arus balik di pelabuhan Sampit diprediksi hingga dua bulan

Arus balik di pelabuhan Sampit diprediksi hingga dua bulan

Penumpang KM Kirana I dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tiba di Pelabuhan Sampit, Senin (10/7/2019). (FOTO ANTARA/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Arus balik Lebaran di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diprediksi akan berlangsung hingga dua bulan ke depan.

"Pemerintah menghitung arus balik hanya sampai H+15, tetapi biasanya dari masyarakat Jawa itu mudik bisa satu sampai dua bulan. Jadi arus balik akan terus berlangsung dari warga-warga yang mudik lebaran tersebut," kata Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit Hendrik Sugiharto di Pelabuhan Sampit, Senin.

Fenomena itu terjadi di Kotawaringin Timur. Mereka yang mudik melalui Pelabuhan Sampit didominasi pekerja perkebunan kelapa sawit yang berasal dari Jawa.

Selain itu, banyak pula yang pemudik yang berprofesi sebagai pedagang. Mereka inilah yang terkadang mudik dalam waktu lama hingga lebih dari satu bulan, baru kembali ke Kotawaringin Timur.

Fenomena lainnya, jumlah penumpang arus balik biasanya meningkat dibanding saat arus mudik lebaran. Hal itu lantaran banyak yang warga luar daerah yang datang mengadu nasib mencari pekerjaan di Kotawaringin Timur.

Saat ini arus balik lebaran terus mengalir di Pelabuhan Sampit. Senin siang, dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama tiba secara bergantian sandar di Pelabuhan Sampit, yaitu KM Kirana III dan KM Kirana I.

KM Kirana III dari Surabaya ini akan menurunkan 466 penumpang dan 28 unit kendaraan campuran di Pelabuhan Sampit. Sedangkan KM Kirana I dari Semarang tiba dengan menurunkan 381 penumpang dan 24 kendaraan campuran.

"Ini bukan puncak arus balik karena arus balik masih akan berlangsung lama. Apalagi, di Jawa ada tradisi Lebaran Ketupat yang dilaksanakan sepekan setelah lebaran sehingga banyak pemudik yang masih bertahan di kampung halaman mereka," kata Hendrik.

Ini merupakan kapal ketiga dan keempat yang tiba di Pelabuhan Sampit pada arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini. Kemarin, KM Lawit dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tiba di Pelabuhan Sampit menurunkan 1.243 penumpang dan sebelumnya kapal lainnya milik PT Pelni tiba dengan menurunkan hanya 19 penumpang.

Sementara itu, Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Oktavia Sukma Burnama menyebutkan, selain kedatangan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama, Senin pagi ada keberangkatan satu kapal yaitu KM Lawit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut 247 penumpang.

Berdasarkan laporan posko arus balik angkutan laut Lebaran 2019 di Pelabuhan Sampit, hingga saat ini tercatat sudah ada 2.109 penumpang yang tiba di Sampit setelah lebaran, sedangkan yang bertolak dari Pelabuhan Sampit sebanyak 552 penumpang.

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar