counter

Pasien RSUD Mataram naik 15 persen

Pasien RSUD Mataram naik 15 persen

Antrean pasien berjejer di setiap poliklinik RSUD Mataram pada hari pertama pascalibur Idul Fitri 1440 Hijriah. (Foto:ANTARA News/Nirkomala).

Meskipun terjadi kenaikan kunjungan pasien, tapi jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun-tahun sebelumnya jauh lebih tinggi dengan peningkatan 30 hingga 40 persen,
Mataram (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra menyebutkan, tingkat kunjungan pasien hari pertama masuk pascalibur Idul Fitri 1440 Hjiriah naik sekitar 10 hingga 15 persen.

"Kondisi ini memang selalu terjadi setiap tahun setelah libur panjang lebaran, dan akan kembali normal beberapa hari ke depan," katanya di Mataram, Senin.

Menurutnya, pada hari-hari normal tingkat kunjungan di RSUD Mataram mencapai hampir 1.000 pasien, jumlah itu termasuk kunjungan di ruang unit gawat darurat (UGD).

Dengan terjadinya peningkatan kunjungan pasien yang mencapai 10 hingga 15 persen dihari pertama masuk kerja, kondisi sejumlah poliklinik di RSUD Mataram terlihat ramai.

Termasuk pada loket pendaftaran, bahkan banyak pengunjung yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa duduk di pinggir-pinggir poliklinik dan loket.

"Meskipun terjadi kenaikan kunjungan pasien, tapi jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun-tahun sebelumnya jauh lebih tinggi dengan peningkatan 30 hingga 40 persen," ujarnya.

Tingginya, tingkat kunjungan pasien setelah libur lebaran dipicu karena selama cuti bersama Idul Fitri, poliklinik reguler RSUD Kota Mataram tetap buka.

"Rata-rata yang datang berobat adalah pasien penyakit dalam dan ibu melahirkan, sedangkan pasien pascalebaran rata-rata mengalami gangguan di perut karena terjadinya perubahan pola makan," jelasnya.

Lebih jauh, dr Jack begitu Dirut RSUD ini akrab disapa mengatakan, tingkat kunjungan pasien di RSUD Kota Mataram sudah kembali normal sejak adanya kebijakan rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan.

Hal itu, membuktikan bahwa setiap kebijakan akan kembali ke masyarakat, dimana jika masyarakat ingin mendapatkan pelayanan paripurna mereka lebih memilih ke rumah sakit.

"Saat kebijakan itu baru diterapkan, kunjungan pasien dalam sehari turun drastis hingga 50 persen, tetapi kini sudah mulai normal dengan tingkat kunjungan sekitar 1.000 orang per hari," katanya.

 

Akreditasi rumah sakit untuk keselamatan pasien

Pewarta: Nirkomala
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar