Polda catat angka kecelakaan turun 20 persen di Operasi Ketupat 2019

Polda catat angka kecelakaan turun 20 persen di Operasi Ketupat 2019

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar AKBP Ari Yus Triono (ANTARA SUMBAR/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mencatat penurunan angka kecelakaan di daerah itu hingga akhir Operasi Ketupat 2019 yang dimulai sejak 29 Mei hingga 11 Juni 2019 sekitar 20 persen.

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar AKBP Ari Yus Triono di Padang, Selasa mengatakan hingga akhir Operasi Ketupat 2019 tercatat ada 104 kejadian kecelakaan dan jumlah tersebut lebih sedikit dari tahun lalu yakni 130 peristiwa kecelakaan.

Ia mengatakan dari 104 kejadian yang terjadi tahun ini menyebabkan 25 orang meninggal dunia di jalan raya. Menurut dia untuk korban meninggal dunia sebanyak 25 orang dan jumlah itu sama dengan operasi pada tahun lalu.

“Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 25 orang dan itu termasuk korban mobil yang masuk jurang di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu,” kata dia.

Sementara untuk korban yang mengalami luka berat tercatat sebanyak 24 orang, jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni sekitar 12 orang. Terjadi peningkatan hingga 100 persen untuk korban luka berat ini.

Penurunan juga terjadi pada korban yang mengalami luka ringan yakni sebesar 141 orang pada tahun ini. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun lalu sekitar 233 orang atau terjadi penurunan sebesar 40 persen.

Kemudian untuk kerugian materiil, pihaknya mencatat hingga hari ketiga usai Lebaran ada sebesar Rp300.650.000 dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp435.750.000.

“Kita terus berupaya mengajak pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas dan fokus dalam berkendara, jika lelah sebaiknya beristirahat di pos yang telah disediakan,” katanya.

Sebelumnya Polda Sumbar bersama instansi terkait menyiapkan sebanyak 67 pos pengamanan, 34 pos pelayanan dan empat pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Barat yang dapat dimanfaatkan pemudik dalam Operasi Ketupat 2019.

“Fokus pengamanan di Kabupaten Dharmasraya yang menjadi pintu masuk ke Sumatera Barat dan selain itu jalur Kota Padang menuju Bukittinggi dan Bukittinggi Pekanbaru yang menjadi titik rawan macet,” katanya.

Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Polres di seluruh kota dan kabupaten mengerahkan sebanyak 400 personel lalu lintas yang bertugas melancarkan arus lalu lintas.

“Kita siapkan personel baik di pos pengamanan dan titik rawan kemacetan agar pemudik dapat melalui jalur di Sumbar dengan aman dan lancar,” katanya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

13 titik lokasi macet di Sumbar saat Idul Fitri

Komentar