counter

Lima destinasi yang disebut surga ikan Raja Ampat

Lima destinasi yang disebut surga ikan Raja Ampat

Wisatawan saat snorkeling di kampung Sawendarek yang disebut surga ikan di Raja Ampat (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Kakisina)

Waisai (ANTARA) - Berwisata di Pulau Waigeo kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, tidaklah lengkap jika tidak mengunjungi lima destinasi snorkeling yang terkenal dengan sebutan surga ikan.

Lima destinasi snorkeling terindah di Waigeo tersebut adalah Kampung Arborek, Kabupaten Sawinggrai, Kampung Sawendarek, Kampung Yenbuba, dan Priwn Wol.

Kelima destinasi tersebut disebut surga ikan karena tanpa harus menyelam ke dasar laut wisatawan dapat melihat berbagai jenis ikan karang bahkan anak ikan hiu putih.

"Saya sudah berkunjung ke Kampung Arborek, Kabupaten Sawinggrai, Kampung Sawendarek, Kampung Yenbuba, dan Priwn Wol cukup snorkeling dapat melihat berbagai jenis ikan karang serta terumbu karang yang mempesona," kata Ayuna wisatawan asal Surabaya di Waisai, Rabu.
Wisatawan saat snorkeling di kampung Yenbuba yang disebut surga ikan di Raja Ampat (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Kakisina)
Dia mengatakan, tanpa snorkeling pun wisatawan dapat melihat berbagai jenis ikan dari atas dermaga dengan cara memberi sisa makanan.

Ayuna berharap keindahan dan keunikan lima destinasi tersebut bahkan Raja Ampat secara utuh dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat sehingga keindahan itu tetap berkelanjutan sepanjang masa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa Raja Ampat banyak ikan terutama lima destinasi tersebut karena masyarakat menjaga kelestarian laut.

Dia menjelaskan bahwa di Kabupaten Raja Ampat terdapat salah satu tradisi masyarakat lokal guna menjaga laut yang diberi nama Sasi.

Tradisi Sasi, kata dia, merupakan satu komitmen bersama masyarakat adat untuk menjaga kelestarian alam yang sudah berlangsung sejak dahulu kala.

"Apabila masyarakat lokal di kampung-kampung Raja Ampat menyatakan Sasi laut maka tidak ada aktivitas penangkapan ikan secara liar," ujarnya.

Karena itu, tambah Yusdi, sebagian besar kampung wisata di Raja Ampat, terutama lima Kampung tersebut tanpa menyelam wisatawan dapat melihat berbagai jenis ikan karang.

Pewarta: Ernes Broning Kakisina
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bupati Raja Ampat kutuk pembantai hiu

Komentar