Asita dukung pengembangan tujuh objek wisata penyangga di NTT

Asita dukung pengembangan tujuh objek wisata penyangga di NTT

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans (Foto/Dok.Asita NTT)

Kupang (ANTARA) -  Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendukung pemerintah provinsi setempat untuk mengembangkan tujuh objek wisata baru sebagai penyanggah yang menjadi prioritas pembangunan pariwisata daerah itu di 2019.

"Kebijakan untuk pengembangan tujuh destinasi ini sudah tepat, sebagai pelaku usaha kami mendukungnya karena pemerintah memang bertugas menata destinasi," kata Ketua Asita Provinsi NTT Abed Frans kepada Antara di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan kebijakan pembangunan pariwisata dari Pemerintah Provinsi NTT yang diprioritaskan pada pembangunan tujuh objek wisata penyanggah baru di tahun 2019.

Ketujuh objek wisata itu adalah Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Lamalera di Lembata, Perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Pantai Liman di Pulau Semau Kabupaten Kupang, Desa Koanara di Kabupaten Ende, Wolwal di Kabupaten Alor serta Praimadita di Kabupaten Sumba Timur..

Abed mengatakan, pihaknya menyambut baik pengembangan objek wisata ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Selain itu, lanjutnya, sejalan dengan upaya membangun pariwisata penyanggah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores yang merupakan daerah tujuan wisata super prioritas yang terkenal memiliki Taman Nasional Komodo.

"Ini sesuai dengan harapan pelaku wisata yang menginginkan agar destinasi-destinasi lainnya di NTT ini segera dibenahi untuk meningkatkan lama kunjungan wisatawan selain mereka berkunjung ke Labuan Bajo," kata pemilik operator tur PT Flobamor Tours itu.

Ia mengatakan, pembangunan destinasi baru tersebut juga berbasis masyarakat desa sehingga sejalan dengan pemberdayaan masyarakat di desa setempat.

"Sesuai dengan tren pembangunan pariwisata bahwa masyarakat sekitar harus menjadi tuan rumah pada destinasi-destinasi tersebut," katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar