counter

Sosok

Divock Origi yang doyan kerja keras

Divock Origi yang doyan kerja keras

Penyerang Liverpool Divock Origi mencium trofi Liga Champions usai membantu timnya mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 dalam partai final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Sabtu (1/6/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Carl Recine)

Jakarta (ANTARA) - Divock Origi menunjukkan performa sebagai striker yang suka bekerja keras manakala memperkuat Liverpool, kata mantan pemain depan the Reds Neil Mellor.

Origi tampil sebagai pemain yang layak dijadikan contoh bagi pemain lainnya khususnya pemain muda. Penampilannya demikian berkilau di bawah asuhan pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Origi melesakkan dua gol saat Liverpool mengaramkan Barcelona di ajang semifinal Liga Champions. Pemain internasional Belgia itu berperan membawa the Reds menang atas Tottenham di final Liga Champions yang digelar di Madrid.

Origi mengakhiri musim 2018-2019 dengan mengoleksi tujuh gol. Perannya demikian krusial dalam mendukung pergerakan eksplosif dari trisula Liverpool, Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

"Tim ini (Liverpool) mampu menunjukkan mentalitas bertanding yang luar biasa, ini ditunjukkan baik oleh pemain yang turun ke lapangan maupun pemain yang dibangkucadangkan," kata Mellor, yang membawa Liverpool meraih gelar Liga Champions pada 2005.

"Para pemain menunjukkan sikap yang profesional. Ini penting bagi para pemain yang turun ke lapangan atau berada di bangku cadangan. Biar bagaimanapun situasi kamar ganti perlu terus dirawat," katanya sebagaimana dikutip dari laman liverpool echo.

"Divock Origi contoh yang baik. Ia senantiasa mengetahui apa yang menjadi tugasnya, dan ia senantiasa bersedia bekerja keras dalam setiap sesi latihan, yang membuat manajer dan staf pelatih terkesan," kata Mellor.

Baca juga: Gol Origi di final tak cukup buat Pirlo dan Capello terkesan

Baca juga: Divock Origi akan segera dihadiahi kontrak baru oleh Liverpool

Baca juga: Origi si rendah hati

Pewarta: AA Ariwibowo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar