counter

Wall Street melemah imbas penurunan saham teknologi dan keuangan

Wall Street melemah imbas penurunan saham teknologi dan keuangan

Illustrasi - Para pialang saham sedang bekerja di lantai bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), terkena imbas penurunan saham-saham sektor teknologi dan keuangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 43,68 poin atau 0,17 persen, menjadi berakhir di 26.004,83 poin. Indeks S&P 500 berkurang 5,88 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 2.879,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 29,85 poin atau 0,38 persen lebih rendah, menjadi 7.792,72 poin.

Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing jatuh sebesar 2,32 persen dan 1,27 persen, berada di antara yang berkinerja terburuk di antara komponen Dow. Sektor keuangan S&P 500 turun 0,95 persen.

Saham-saham chip utama berkinerja buruk, membebani sektor teknologi. Saham Lam Research Corporation merosot 5,29 persen, sementara Qualcomm turun 2,32 persen. VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di AS dalam industri semikonduktor, ditutup turun 2,17 persen.

Di sisi ekonomi, indeks harga konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan naik 0,1 persen pada Mei berdasarkan penyesuaian secara musiman setelah naik 0,3 persen pada April, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan.

Inflasi inti yang diawasi ketat, tidak termasuk harga makanan dan energi, juga sedikit meningkat 0,1 persen pada bulan lalu.

Data inflasi yang lemah datang ketika para investor semakin berspekulasi pada penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve AS.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada Juli berada di 85,3 persen pada Rabu (12/6/2019), menurut alat FedWatch CME Group.

Baca juga: Wall Street ditutup melemah tertekan data ekonomi dan perang dagang

Bursa AS Anjlok Pasca-Pilpres

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar