Kalbar dukung pembahasan pembentukan DOB di Indonesia

Kalbar dukung pembahasan pembentukan DOB di Indonesia

Gubernur Kalbar, Sutarmidji (Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan mendukung penuh rencana pembahasan pembentukan daerah otononomi baru secara nasional oleh DPR,  salah satunya adalah rencana pembentukan Provinsi Kapuas Raya pemekaran dari Provinsi Kalimantan Barat.

"Pembahasan pembentukan daerah baru yang dilakukan DPR meliputi 57 kabupaten baru dan delapan provinsi  baru secara nasional,  tentu menjadi langkah baik untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat dan mempercepat pembangunan di daerah. Makanya kita sangat mendukung hal itu," kata Sutarmidji, usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kalbar di Pontianak, Kamis.

Untuk Kalbar sendiri selain rencana pembentukan Provinsi Kapuas Raya, juga ada rencana pembentukan kabupaten Sekayam Raya, pemekaran dari Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Banua Banjak, pemekaran dari Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurut Gubernur Sutarmidji, salah satu hal yang menjadikan Kapuas Raya penting untuk dilakukan adalah pengawasan lima border yang ada di Kalbar terlebih dengan jarak antara kawasan Indonesia dengan Malaysia sepanjang 970 Kilometer.

"Luasan dengan 970 kilo meter itu terlalu panjang sementara kalau pemekaran Kapuas Raya dibentuk disana dua border di kita tiga border sehingga pengawasan akan jauh lebih mudah," ucapnya.

Terkait pembahasan itu,  orang nomor satu di Kalbar itu siap dipanggil dan siap hadir jika dirasa perlu kehadirannya dalam pembahasan pemekaran lima kabupaten yang terdiri dari Kabupaten Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu.

"Saya siap dipanggil jika diperlukan akan saya jelaskan terkait kantor Gubernur dan kantor DPRD segera dibangun karena saat ini pemekaran Kapuas Raya sedang dibahas," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk anggaran pembangunan dari Kapuas Raya sendiri dari pendapatan bagi hasil dengan pagu anggaran yang telah disiapkan.

"Terkait biaya operasional termasuk pagu anggaran selama tiga tahun sudah disiapkan, tinggal kita transfer dari sini sementara pegawai bisa kita kirim termasuk pejabat," tuturnya.

Pagu anggaran, diakui mantan Walikota dua periode ini berasal dari pendapatan bagi hasil pajak ditiap Pemda Tingkat II sebanyak 30 persen dan 70 persen dari lima kabupaten yang akan dimekarkan.

"Pembangunan Kapuas Raya ini tidak ada hubungannya dengan politis, ada yang bilang karena saya mau maju lagi, ndak. Saya hanya ingin percepatan pembangunan demi Kalbar," tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat melihat beberapa pertimbangan mengapa Kapuas Raya layak terbentuk selain dengan banyaknya kebutuhan masyarakat Kalbar terkait perekonomian, sosial dan lainnya. "Saya yakin akan terbentuk terutama kesiapan Kalbar sudah sangat matang," katanya.
  ‚Ä™Berikut Daftar 57 Calon Kabupaten Baru & 8 Calon Provinsi Baru yang akan dibahas DPR:

1. Kabupaten Simalungun Hataran, pemekaran dari Kabupaten Simalungun di Propinsi Sumatera Utara

2. Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara

3. Kabupaten Kepulauan Kundur, pemekaran dari Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau

4. Kabupaten Renah Indra Jati, pemekarandari Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat

5. Kota Muara Bungo, pemekaran dari Kabupaten Bungo Propinsi Jambi

6. Kabupaten Lembak, pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu

7. Kabupaten Bigi Maria, pemekaran dari Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan

8. Kabupaten Pantai Timur, pemekaran dari Kabupaten Okan Kemudi ilir Propinsi Sumatera Selatan

9. Kabupaten Bogor Barat, pemekaran dari Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat

10. Kabupaten Garut Selatan, pemekarandari Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat

11. Kabupaten Sukabumi Utara, pemekarandari Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat

12. Kabupaten Sekayam Raya, pemekaran dari Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat

13. Kabupaten Banua Banjak, pemekaran dari Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat

14. Kabupaten Berau Pesisir Selatan, pemekaran dari Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur

15. Kabupaten Paser Selatan, pemekarandari Kabupaten Paser Propinsi Kalimantan Timur

16. Kota Tahuna, pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangie Propinsi Sulawesi Utara.

17. Kabupaten Talaut Selatan, pemekarandari Kabupaten Talaut Propinsi Sulawesi Selatan

18. Kota Langoa, pemekaran dari Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara

19. Kabupaten Bone Selatan, pemekarandari Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan

20. Kabupaten Bolio Huto, pemekaran dari Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo

21. Kabupaten Panipi, pemekaran dari Kabupaten Propinsi Gorontalo

22. Kabupaten Gorontalo Barat, pemekarandari Kabupaten Bohuato Propinsi Gorontalo

23. Kabupaten Lombok Selatan, pemekarandari Kabupaten Lotim Propinsi Nusa Tenggara Barat

24. Kabupaten Adonara, pemekaran dari Kabupaten Flotim Propinsi NTT

25. Kota Maumere, pemekaran dari Kabupaten Sikka Propinsi NTT

26. Kabupaten Wasile, pemekaran dari Kabupaten Halmahera Timur Propinsi Maluku Utara

27. Kabupaten Kepulauan Obi, pemekarandari Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara

28. Kabupaten Gili Menawa, pemekarandari Kabupaten Jayapura Propinsi Papua

29. Kabupaten Moyo, pemekaran dari Kabupaten Boven Digul Propinsi Papua

30. Kota Merauke, pemekaran dari Kabupaten Merauke Proinsi Kabupaten Papua

31. Kabupaten Balin Senter, pemekarandari Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua

32. Kabupaten Boboga, pemekaran dari Kabupaten Tolikara Propinsi Papua

33. Kabupaten Puncak Trikora, pemekarandari Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua

34. Kabupaten Muara Digul, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua

35. Kabupaten Admi Korbay, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua

36. Kabupaten Katengban, pemekaran dari Kabupaten Pegunungan Bintang Propinsi Papua

37. Kota Lembah Baliem, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua

38. Kabupaten Okika, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua

39. Kabupaten Yapen Barat Utara, pemekaran dari Kabupaten Kepualaun Yapen Propinsi Papua

40. Kabupaten Yapen Timur, pemekarandari Kabupaten Kepualauan Yapen Propinsi Papua

41. Kabupaten Pulau Numfor, pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor, Papua

42. Kabupaten Yalimek, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo, Papua

43. Kabupaten Yahukimo Barat Pegunungan Ser, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo, Papua

44. Kabupaten Mambera Hulu, pemekarandari Kabupaten Yahukimo, Papua

45. Kabupaten Yahukimo Barat Daya, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo, Papua

46. Kabupaten Yahukimo Timur, pemekarandari Kabupaten Yahukimo, Papua

47. Kabupaten Yahukimo Utara, pemekarandari Kabupaten Yahukimo, Papua

48. Kabupaten Gondumisisare, pemekarandari Kabupaten Waropen, Papua

49. Kabupaten Malamoy, pemekaran dari Kabupaten Sorong, Papua Barat

50. Kabupaten Maibratsau, pemekaran dari Kabupaten Sorong, Papua Barat

51. Kabupaten Raja Ampat Utara, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat

52. Kabupaten Raja Ampat Selatan, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat

53. Kabupaten Raja Maskona, pemekarandari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat

54. Kabupaten Okas, pemekaran dari Kabupaten Fak Fak, Papua Barat

55. Kabupaten Kota Manokwari, pemekarandari Kabupaten Manokwari,  Papua Barat

56. Kabupaten Manokwari Barat, pemekaran dari Kabupaten Manokwari,  Papua Barat

57. Kabupaten Imeo, pemekaran dari Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat

 

Delapan calon provinsi baru yang juga akan dibahas DPR adalah :

1. Provinsi Pulau Sumbawa, pemekaran dari Provinsi NTB

2. Provinsi Papua Selatan, pemekaran dari Provinsi Papua

3. Provinsi Papua Tengah, pemekaran dari Provinsi Papua

4. Provinsi Papua Barat Daya, pemekaran dari Propinsi Papua Barat

5. Propinsi Tapanuli, pemekaran dari Provinsi Sumatera Utara

6. Provinsi Kepulauan Nias, pemekaran dari Provinsi Sumatera Utara

7. Provinsi Kapuas Raya, pemekaran dari Provinsi Kalimantan Barat

8. Provinsi Bolang Mongondow Raya, pemekaran Provinsi Sulawesi Utara.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar