counter

Mentan Amran janji bantu bibit padi korban banjir di Konawe Utara

Mentan Amran janji bantu bibit padi korban banjir di Konawe Utara

Menpan RI, Andi Amran Sulaeman, Gubernur Sultra, Ali Mazi, Danrem 143 Haluoleo, Kol Inf Yustinus Nono Yulianto, anggota DPR RI, Umar Arsal, Bupati Konawe Utara, Ruksamin, saat meninjau lokasi banjir di Desa Wanggudu Raya, Kecamatan Asera. (Foto ANTARA/ Harianto).

Kementerian Pertanian telah membentuk tim khusus untuk membangun sawah warga yang luasnya 600 hektare yang habis...
Konawe Utara (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjanjikan bantuan bibit padi untuk petani yang menjadi korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan total luas sawah mencapai 600 hektare.

"Bantuan tersebut berupa pupuk dan bibit secara gratis. Kemudian kami akan menyiapkan traktor serta kendaraan roda dua dan roda empat," ujar Amran Sulaiman  saat meninjau lokasi banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis.

Salah satu tempat lokasi yang dikunjungi Andi Amran adalah di Desa Wanggudu Raya, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, yang memang warganya merupakan petani padi.

Amran mengatakan untuk menangani sektor pertanian warga, khususnya sawah seluas 600 hektare tersebut, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk membantu warga dalam menangani permasalahan itu.

"Kementerian Pertanian telah membentuk tim khusus untuk membangun sawah warga yang luasnya 600 hektare yang habis (karena banjir), nanti warga akan menerima sawahnya dalam keadaan jadi," tambah Andi Amran.

Selain memberikan bantuan di sektor pertanian, Mentan Amran Sulaiman juga telah memberikan bantuan ternak seperti ayam 46.000 ekor dan 150 ekor Kambing.

"Sebelum terjadi banjir, kami juga telah memberikan bantuan ayam 46.000 ekor dan kambing 150 ekor, namun jumlah itu masih akan di tambah," kata Amran Sulaiman.

Dalam kunjungannya, Mentan didampingi gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Danrem 143 Haluoleo Kol Inf Yustinus Nono Yulianto, serta anggota DPR-RI Umar Arsal.
 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar