counter

Serangan dua tanker diduga terjadi di Teluk Oman

Serangan dua tanker diduga terjadi di Teluk Oman

Ilustrasi: Tanker

Dubai (ANTARA) - Dua tanker dihantam dalam serangan yang diduga terjadi di Teluk Oman dan awak kapal berhasil diselamatkan, kata beberapa perusahaan perkapalan pada Kamis, sebulan setelah insiden serupa mengenai empat tanker di wilayah tersebut.

Operasi Perdagangan Laut Inggris, yang menjadi bagian dari Angkatan Laut Kerajaan, sebelumnya mengatakan pihaknya mengetahui ada insiden di Teluk Oman.

"Inggris dan mitranya kini sedang melakukan penyelidikan," kata kelompok tersebut tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Daerah tersebut berada di dekat Selat Hormuz, jalur perairan strategis utama yang dilalui seperlima dari konsumsi minyak global dari produsen Timur Tengah.

Dua tanker, Front Altair berbendera Kepulauan Marshall dan Kokuka Courageous berbendera Panama, telah dievakuasi dan kru mereka berada dalam kondisi selamat, menurut empat sumber pada perusahaan pelayaran dan perdagangan.

Tidak ada konfirmasi langsung dari operator atau otoritas kapal di Oman maupun Uni Emirat Arab, pemilik perairan tempat empat tanker diserang bulan lalu.

Surat kabar perkapalan Tradewinds melaporkan bahwa satu tanker milik Frontline Norwegia diserang oleh torpedo di lepas pantai Fujairah di Uni Emirat Arab. Pihaknya mengutip sumber industri yang tak disebutkan namanya.

Frontline tidak dapat dihubungi dimintai komentar.

Satu broker pengiriman mengatakan ada sebuah ledakan "yang diduga berasal dari serangan luar" yang mungkin melibatkan bahan peledak magnetik yang terdapat pada Kokuka.

"Semua kru meninggalkan kapal dengan selamat dan dievakuasi dengan Vessel Coastal Ace. Kokuka Courageous hanyut tanpa ada kru di dalamnya," kata sumber itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tiga orang hilang pascaledakan tanker minyak di Makhachkala Rusia
Baca juga: Kapal tanker Iran bisa terbakar habis dalam sebulan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambutan meriah untuk Putra Mahkota UEA di Istana Bogor

Komentar