counter

Pupuk Indonesia salurkan bantuan bagi korban banjir di Sulawesi

Pupuk Indonesia salurkan bantuan bagi korban banjir di Sulawesi

Pupuk Indonesia Grup menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok sehari-hari bagi korban banjir di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). (ANTARA/HO/Humas Pupuk Indonesia)

Bantuan meliputi 20 trukĀ  bahan pokok, dengan rincian sebanyak 14 truk sembako untuk korban banjir di wilayah Sulawesi Tenggara dan 6 truk sembako di Sulawesi Selatan.
Jakarta (ANTARA) - Pupuk Indonesia Grup bersama Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana banjir di wilayah Sulawesi Selatan.

Bantuan meliputi 20 truk  bahan pokok, dengan rincian sebanyak 14 truk sembako untuk korban banjir di wilayah Sulawesi Tenggara dan 6 truk sembako di Sulawesi Selatan.

“Anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik sebagai koordinator menyerahkan bantuan kepada pemerintah daerah untuk kemudian langsung didistribusikan kepada masyarakat,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

PT Pupuk Kalimantan Timur berkoordinasi dengan pemerintah daerah Sulawesi Tenggara sedangkan PT Petrokimia Gresik berkoordinasi dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan.

Wijaya menjelaskan, penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah yang terdampak, meliputi sembako kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, beras, minyak goreng, air minum, biskuit, popok bayi, selimut dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Kendari.

Amran berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban, sekaligus juga mengapresiasi semua pihak terutama relawan yang dengan sigap membantu korban banjir.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Bencana itu menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Hingga 9 Juni 2019, BNPB merilis sebanyak 1.091 keluarga atau 4.198 jiwa mengungsi karena kehilangan rumah.

Wilayah yang terdampak banjir ini adalah kawasan Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikimia, dan Wiwirano. Hingga kini, Konawe Utara ditetapkan status tanggap darurat sejak 2 Juni 2019.
Baca juga: Sulawesi Tenggara tetapkan masa tanggap darurat bencana 14 hari

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Simulasi penanganan gawat darurat bencana banjir bandang di Papua

Komentar