counter

PUPR: Program infrastruktur sosial mudahkan petani distribusi produk

PUPR: Program infrastruktur sosial mudahkan petani distribusi produk

Warga beraktivitas di sekitar jembatan gantung baru yang menghubungkan Desa Tialai dan Desa Naikasa di kawasan perbatasan Kabupaten Belu, NTT, Minggu (19/5/2019). Jembatan gantung pertama di Kabupaten Belu tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berfungsi untuk meningkatkan konektivitas lalu lintas warga di kedua desa. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Pelaksanaan pembangunannya dikerjakan oleh masyarakat desa setempat dengan tidak menggunakan kontraktor
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan melalui penyediaan infrastruktur dasar lewat program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW adalah jalan produksi yang bertujuan memudahkan petani mendistribusikan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Pelaksanaan pembangunannya dikerjakan oleh masyarakat desa setempat dengan tidak menggunakan kontraktor.

"Pembangunan infrastruktur kerakyatan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat seperti jalan produksi, jembatan gantung, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, air minum dan sanitasi," katanya.

Ia menjelaskan program yang dijalankan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya itu bertujuan mengurangi kesenjangan antarwilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.

Secara nasional dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018), PISEW telah menyentuh 1.664 kecamatan dari total target 2015-2019 sebanyak 2.564 kecamatan.

Program PISEW tahun 2018 dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp540 miliar. Dari jumlah tersebut, mayoritas digunakan untuk pembangunan jalan sebesar 84,9 persen dari total anggaran atau Rp447,69 miliar. Sedangkan sisanya, digunakan untuk pembangunan irigasi, jembatan, air bersih, sanitasi, dan tambatan perahu.

Pada 2019, Kementerian PUPR kembali menganggarkan dana PISEW sebesar Rp540 miliar untuk membangun 900 kecamatan atau 2.309 desa.

Kecamatan atau desa yang berhak mendapat program PISEW harus memiliki beberapa kriteria, yakni kecamatan atau desa yang berpotensi berbasis agropolitan, peningkatan sektor ekonomi masyarakat dan rencana tata ruang yang searah dengan pemerintah kabupaten/kota.

Beberapa program PISEW tahun 2018 yang telah selesai pengerjaannya dan telah memberi manfaat bagi masyarakat di antaranya di Desa Jorong Teluk Sikai dan Desa Jorong Sitakuak, Provinsi Sumatera Barat. Kedua desa tersebut mendapatkan anggaran tahun 2018 masing-masing desa sebesar Rp600 juta dengan masa pelaksanaan pekerjaan Agustus-Oktober 2018.

Program PISEW juga menyentuh pembangunan jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 2,4 meter di Desa Kenongorejo, Kecamatan Beringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Jembatan ini memudahkan warga setempat menyeberang menuju area persawahan yang sebelumnya harus menggunakan rakit.

Baca juga: Presiden: Keadilan sosial jadi pendorong pembangunan infrastruktur
Baca juga: APBN 2019 fokus pada program sosial

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian PUPR dan TNI AD akan bangun kembali Wamena

Komentar