counter

Digitalisasi gedung menjadi keharusan saat ini

Digitalisasi gedung menjadi keharusan saat ini

Gedung perkantoran di DKI Jakarta (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Honeywell Indonesia Roy Kosasih mengatakan penerapan teknologi digital bagi bangunan gedung terutama di Jakarta sudah menjadi keharusan untuk menekan biaya operasi

"Perangkat lunak dibutuhkan agar pemilik dan pengelola dapat menekan biaya, menghemat penggunaan listrik, mengoptimalkan pemanfaatan ruang, serta kenyamanan penghuninya," kata Roy di Jakarta, Jumat.

Menurut Roy perangkat lunak yang tepat akan mentransformasi operasional gedung karena data yang dihasilkan akan dengan mudah dipahami dan digunakan oleh pemilik dan pengelola untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan usaha.

Roy mengatakan Honeywell saat ini memiliki perangkat lunak semacam itu dengan sistem terbuka sehingga bisa digunakan dengan sistim lain yang sudah terpasang, bisa ditambahkan fungsinya sesuai kebutuhan dan mudah penggunaannya.

Saat ini, para pemilik gedung masih menggunakan sistem yang tidak seragam. Acapkali sistem tersebut tidak terhubung dan tidak kompatibel satu sama lain sehingga membutuhkan pemeliharaan manual. Hal ini mengakibatkan kondisi operasional yang tidak baik dimana data dari masing-masing perangkat tidak bisa digunakan, tim dan sistem tidak terhubung, penggunaan ruang berlebihan atau kekurangan hingga kenyamanan pengguna dan penghuni terganggu.

Lebih dari 90 persen pengelola gedung yang disurvei setuju bahwa sistem manajemen perusahaan yang lebih baik dapat membantu meningkatkan manajemen sumber daya, menghindari waktu henti yang tidak direncanakan dan memberikan informasi prediksi untuk membuat fasilitas lebih aman.

Perangkat lunak ini, jelas Roy juga dapat diaplikasikan oleh perusahaan sebagai manajemen kinerja untuk teknologi operasional yang didesain khusus untuk meningkatkan cara perusahaan mengumpulkan, menganalisa hingga mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data mereka sendiri.

Perangkat lunak yg dinamakan Honeywell Forge ini bertumpu diatas pengalaman perusahaan yang sudah lebih dari 100 tahun berhasil membantu industri kedirgantaraan, bangunan, fasilitas industri dan infrastruktur dalam teknologi pengendalian aset dan proses.

“Honeywell Forge mengubah data berjumlah besar yang dihasilkan oleh peralatan, proses dan para pekerja, hingga menjadi informasi yang intuitif dan bisa langsung digunakan untuk mengambil tindakan yang tepat. Dan seluruhnya bisa diamati lewat sebuah layar monitor” ujar Roy Kosasih.

Perangkat ini menggunakan analitik prediktif untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan munculnya masalah pemeliharaan sebelum terjadi.

Selain itu, perangkat lunak yang dilengkapi dengan sistem keamanan digital ini bisa membantu karyawan untuk meningkatkan produktivitas, kehandalan dan keselamatan, serta penghematan biaya.

“Pada umumnya perusahaan besar di penjuru dunia tidak memiliki kemampuan untuk memantau langsung kinerja operasional mereka secara keseluruhan, dari atas hingga yang paling bawah. Selain itu, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk memperoleh informasi yang tepat dari beragam sumber data mereka. Kondisi tersebut menandakan bahwa sistim yang mereka gunakan tidak terhubung dengan baik sehingga memperlambat pertumbuhan dan mengurangi keuntungan mereka,” ujar Roy.

Survei Honeywell baru-baru ini menunjukan lebih dari 80 persen eksekutif berpendapat proses digitalisasi perusahaan yang mereka pimpin harus dilakukan secara keseluruhan.

Selain itu mereka juga berpendapat bahwa kemampuan pengelolaan usaha yang terhubung akan menghasilkan informasi prediktif yang andal, disertai dengan peningkatan keamanan dan keselamatan, peningkatan efisiensi dan profitabilitas dari rantai pasokan, penghematan sumber daya, serta menjaga keberlangsungan operasional.

 

Tabloid Indonesia Barokah menimbulkan pandangan berbeda

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar