counter

29 UKM Indonesia raih penghargaan perkembangan bisnis terpesat

29 UKM Indonesia raih penghargaan perkembangan bisnis terpesat

Pemberian penghargaan SME 100 Awards pada UKM Indonesia di Jakarta, Jumat (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

UKM di Indonesia terus berkembang, meskipun ekonomi global tidak dapat diprediksi dan tantangan market semakin tinggi
Jakarta (ANTARA) - Penghargaan bergengsi untuk usaha kecil dan menengah atau "small medium enterprise", SME 100 Awards, memberikan penilaian terhadap 29 UKM di Indonesia yang memiliki pertumbuhan bisnis terpesat.

Group publisher danEditor in Chief dari Majalah SME William Ng mengatakan bahwa SME 100 telah melakukan survei terhadap 2.000 UKM teratas di Indonesia sejak Februari sampai April 2019.

"Hasil 29 UKM yang terhitung berkembang pesat ini berdasarkan kriteria kuantitatif seperti pertumbuhan pendapatan dan laba, serta kriteria kualitatif seperti prospek bisnis, investasi dalam pelatihan, dan upaya Litbang, untuk menerima Penghargaan SME 100," kata William pada acara SME 100 Awards di Jakarta, Jumat.

William menjelaskan program ini diselenggarakan dalam kemitraan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan (Indonesia Business Council for Sustainable Development / IBCSD).

Menurut dia, keterlibatan UKM di Indonesia dapat membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara. UKM di Indonesia terus berkembang, meskipun ekonomi global tidak dapat diprediksi dan tantangan market semakin tinggi.

Di antara UKM yang disurvei ini, pertumbuhan pendapatannya tercatat mencapai 9,3 persen pada tahun 2018 atau senilai Rp55,1 miliar, sementara laba tumbuh 23,5 persen menjadi Rp7,1 miliar yang dipengaruhi oleh konsumsi dalam negeri.

"Walaupun perusahaan yang meraih gelar 'Fast Moving Companies' ini mungkin tidak mewakili semua UKM, ini menghilangkan mitos bahwa bisnis adalah hal yang sulit bagi UKM secara umum di Indonesia," kata William.

Ada pun perusahaan yang menerima penghargaan ini diantaranya adalah penyedia chatbot Kata.ai, pemilik waralaba Kebab Baba Rafi, jasa pernikahan dan liburan Weddingku group, platform finansial peer-to-peer Investree, penyedia dompet digital Payfazz, dan pengecer gaya hidup Metroxgroup.

"Baba Rafi mendapat penghargaan SME Award di bidang 'franchise' kebab. Ini penghargaan yang 'prestigious' bagi kami, karena menjadi pembuktian bagi kami bahwa Bawa Rafi telah diakui di dunia," kata Operation Manager PT Baba Rafi Indonesia, Mujiono.

Indonesia menjadi negara ketiga di ASEAN yang menyelenggarakan SME 100 Awards, setelah Malaysia dan Singapura. Vietnam akan menjadi negara keempat yang saat ini masih dilakukan survei di negara tersebut.

Baca juga: Kemenkop rumuskan pola kerja sama pembangunan koperasi berkelanjutan
Baca juga: Pemberdayaan KUKM diperkirakan semakin berkembang lima tahun ke depan

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Industri kuliner Indonesia siap bersaing di era Industri 4.0

Komentar