counter

Wilayah banjir Samarinda pulih dari pemadaman listrik

Wilayah banjir Samarinda pulih dari pemadaman listrik

Seorang warga mencuci mobil di kawasan Jalan A Yani yang terendam banjir di Samarinda, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/KIRANA LARASATI)

Saat ini karena kondisinya sudah mulai surut dan sudah mulai aman, maka sejumlah wilayah sudah kita nyalakan lagi, kurang lebih ada 92 persen dari total pemadaman kemarin kini telah nyala kembali, tinggal 28 wilayah yang masih mati lampu,
Samarinda (ANTARA) - Sejumlah wilayah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai pulih dari pemadaman arus listrik dengan mulai surutnya genangan air yang terjadi sejak sepekan kemarin.

Manajer PLN UP3 Samarinda, Yuliandra Syahrial Nurdin di Samarinda, Sabtu, mengatakan pihaknya telah melakukan pemadaman listrik khususnya di sejumlah wilayah banjir kota Samarinda, karena sejumlah peralatan teknis PLN ikut terendam air.

Ia menambahkan sejak hari pertama banjir terjadi di Ibukota Provinsi Kaltim tersebut, ada sekitar 339 gardu PLN atau sekitar 33 ribu pelanggan telah dilakukan pemadaman arus listrik.

"Saat ini karena kondisinya sudah mulai surut dan sudah mulai aman, maka sejumlah wilayah sudah kita nyalakan lagi, kurang lebih ada 92 persen dari total pemadaman kemarin kini telah nyala kembali, tinggal 28 wilayah yang masih mati lampu," jelasnya.

Ia menyebutkan di sejumlah lokasi yang masih dinilai belum aman karena genangan air masih ada yakni di Jalan Dr Sutomo, Jalan Pemuda, Gang Nibung dan sejumlah tempat di kelurahan Bengkuring, kondisi listrik masih belum dinyalakan karena pertimbangan keamanan.

Namun lanjut Yuliandra bila masyarakat di daerah tersebut telah melaporkan kondisi terakhir di wilayahnya sudah aman dari genangan air, maka petugas PLN siap untuk menyalakan kembali listrik yang belum menyala.

"Kami telah menyebar petugas di beberapa titik banjir dan kami juga ada posko di sejumlah kantor unit, silakan masyarakat menghubungi petugas kami," katanya.

Yuliandra menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada meskipun air mulai surut, dengan cara mematikan Kwh listrik ketika meninggalkan rumah ataupun saat melakukan pembersihan di rumah.

"Ini menjaga untuk tidak terjadi konsleting dan mengakibatkan kebakaran," tegasnya.

Selain mulai pulihnya kebutuhan listrik masyarakat pasca terjadinya banjir, kebutuhan terkait air besih juga mulai berjalan normal.

Dirut PDAM Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim mengatakan saat ini pihaknya telah mengoperasionalkan kembali kebutuhan air bersih yang sempat terhenti saat banjir terjadi.

Ia menambahkan pemutusan kebutuhan air bersih khususnya di wilayah pipa Bengkuring, karena intek PDAM ikut terendam air.

"Tapi saat itu kami tetap mensuplai kebutuhan air bersih masyarakat melalui tangki-tangki, dan Alhamdulilah sekarang sudah normal kembali," tegasnya.

 

Pewarta: Arumanto
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar