counter

Mahasiswa di Kudus ciptakan tempat sampah berbasis internet

Mahasiswa di Kudus ciptakan tempat sampah berbasis internet

Dua mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, menunjukkan tempat sampah berbasis internet di Kampus UMK, Sabtu (15/6/2019). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal karena potensi untuk dikembangkan sangat besar
Kudus (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, menemukan solusi pengelolaan sampah berbasis internet dengan menciptakan tempat sampah berbasis internet of things (IOT) yang bisa mengirimkan notifikasi lokasi tempat sampah serta volume sampahnya.

Mahasiswa UMK yang membuat inovasi pengelolaan sampah tersebut, yakni Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahasiswa jurusan Sistem Informasi (SI) dan Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro.

"Temuan tempat sampah yang diberi nama T-Smart++ berawal dari keresahan dirinya bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk," kata Bagus Utomo di Kudus, Sabtu.

Menurut dia, banyak ditemukan kasus tempat sampah sudah penuh, namun belum segera diambil karena dimungkinkan petugas pengambil sampah belum mengetahui lokasi tempat sampah yang sudah penuh tersebut. 

Terkadang, lanjutnya, tempat sampah yang belum penuh justru diambil terlebih dahulu. Akibatnya, kondisi tempat sampah yang sudah penuh justru menimbulkan polusi udara.

Atas permasalahan itu, ia mengatakan muncul ide untuk membuat tempat sampah berbasis internet tersebut.

"Untuk mewujudkan tempat sampah berbasis internet tersebut, membutuhkan waktu dua bulan," ujar dia.

Tempat sampah pintar berbasis IOT itu memiliki beberapa kelebihan, yakni ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci, selanjutnya memberikan notifikasi berisi tentang peringatan tempat sampah yang penuh serta lokasi tempat sampah tersebut melalui ponsel cerdas dengan sistem operasi Android milik petugas pengambil sampah. 

Hal itu, lanjut dia, diyakini bisa memudahkan petugas pengambil sampah mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga mengetahui prioritas utama yang harus diambil.

Pembuatan tempat sampah tersebut, membutuhkan beberapa peralatan utama, seperti sensor jarak HC SR04 yang digunakan untuk membaca benda yang berada di depannya. Selanjutnya akan mengirimkan ke motor servo untuk membuka dan menutup tempat sampah.

"Untuk membuka tempat sampah yang sudah tertutup menggunakan kartu khusus," ujar dia.

Selanjutnya ada komponen DF Player untuk mengeluarkan suara, ketika memasukkan sampah, langsung ada ucapan "terima kasih telah membuang sampah di tempatnya".

Selain itu, ketika sampah penuh, ada ucapan "maaf tempat sampah sudah penuh dan tutup tempat sampah tidak terbuka".

"Kemudian ada komponen NodeMCU esp8266 yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke internet yang akan dihubungkan ke smartphone Android," ujar dia.

Ia berharap dengan inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa digunakan pemerintah daerah, perusahaan dan lainnya dalam pengelolaan sampah.

"Setidaknya, lingkungan bisa semakin bersih sesuai harapan masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso menambahkan inovasi mahasiswa ini sudah lolos dalam program pekan kreativitas mahasiswa (PKM) Karya Cipta (KC) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Ia mendorong agar banyak mahasiswa mengikuti ajang bergengsi PKM tersebut. Apalagi temuan dari mahasiswa sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal karena potensi untuk dikembangkan sangat besar," ujar dia.

Ia juga meminta agar inovasi tersebut dipatenkan. 


Baca juga: Rektor IPB sampaikan empat strategi pertanian digital di FAO

Baca juga: Indonesia masih tertinggal dalam riset sampah laut

 

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar