counter

Riwayat Hidup HM Soeharto

Riwayat Hidup HM Soeharto

Jakarta (ANTARA News) - Berikut riwayat singkat hidup mantan Presiden HM Soeharto. Nama : HM. Soeharto Tempat/ Tanggal Lahir : Kemusuk, Argomulyo, Godean Yogyakarta, 08 Juni 1921 Agama : Islam Alamat Rumah : Jalan Cendana 8, Menteng Jakarta Pusat Keluarga Orangtua : Kertosoediro (Alm) dan Sukirah (Alm) Istri : Siti Hartinah (Alm) Anak * Siti Hardijanti Hastuti * Sigit Harjojudanto * Bambang Trihatmodjo * Siti Hediati Harijadi * Hutomo Mandala Putra * Siti Hutami Endang Adiningsih Riwayat Pendidikan * SD di Tiwir, Yogyakarta, Wuryantoro dan Solo (1929-1934) * SMP dan Sekolah Agama, Wonogiri dan Yogyakarta (1935-1939) * Masuk KNIL dan Mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Gombong, Jateng (1 Juni 1940). * Sekolah Kader di Gombong (2 Desember 1940) * Masuk Kepolisian Jepang Keibuho (Mei 1943) * SSKAD, Bandung (1959-1960) Karier * Menjadi Shodanco (Komandan Peleton) PETA di Yogyakarta (8 Oktober 1943) * Menjadi Cudanco (Komandan Kompi) PETA setelah Mengikuti Pendidikan (1944) * Kembali ke Yogya dan Membentuk Barisan Keamanan Rakyat (Agustus 1945) * Dan Yon Brigade (1945 - 1950) * Komandan Brigade Pragola Sub Teritorium IV Jawa Tengah (1953) * Komandan Resimen Infanteri 15 (1953) * Kepala Staf Teritorium IV Divisi Diponegoro (1956) * Deputi I Kasad (1960) * Ketua Komite Ad Hoc Retooling TNI - AD (1960) * Atase Militer RI di Beograd, Paris dan Bonn (1961) * Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat (1962) * Panglima Kostrad (1963 - 1965) * Pimpinan Sementara TNI - AD (1965) * Panglima TNI - AD (1966) * Ketua Presidium Kabinet Ampera (1966) * Pejabat Presiden RI (1967) * Presiden RI Hasil SU MPR (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968 Masa Jabatan Pertama) * Merangkap Jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan (6 Juni 1968) * Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. IX/1973 Masa Jabatan ke-Dua) * Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. X/1978 Masa Jabatan ke-Tiga) * Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI oleh SU MPR (TAP MPR No. VI/MPR 1983 Masa Jabatan ke-Empat) * Terpilih Kembali sebagai Presiden RI pada 10 Maret 1988 Masa Jabatan ke-Lima. * Ketua Gerakan KTT Non Blok (GNB) (1992-1995) * Terpilih Kembali sebagai Presiden RI oleh SU MPR pada 11 Maret 1993 Masa Jabatan ke-Enam. * Ketua Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bogor * Terpilih Kembali sebagai Presiden RI untuk masa bakti 1998-2003 Masa Jabatan ke-Tujuh (namun mengundurkan diri pada 21 Mei 1998). Penghargaan - Bintang RI Klas I - Bintang Mahaputra Klas I - Bintang Jasa Klas I - Bintang Dharma - Bintang Sakti - Bintang Gerilya - Bintang Sewindu APRI - Bintang Kartika Eka Paksi Klas I - Bintang Jalasena Klas I - Bintang Garuda - Bintang Swa Buana Paksi Klas I - Bintang Bhayangkara Klas I - Satya Lencana Teladan - Satya Lencana Kesetiaan - Satya Lencana Perang Kemerdekaan I - Satya Lencana Perang Kemerdekaan II - G.O.M. I - G.O.M. II - G.O.M. III - G.O.M. IV - Satya Lencana Satya Dharma - Satya Lencana Wira Dharma - Satya Lencana Penegak - Bintang Yuda Dharma Klas I - The Raja of The Order of Sikatuna (Filipina) - Grand Collier of The Order of Sheba (Ethiopia) - Grand Collier de L'Order National de L'independence (Kamboja) - The Most Auspicious Order of The Rajamitrabhorn (Thailand) - Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (Malaysia) - Order Van de Nederlandse Leeuw (Belanda) - Sounderstute des Grosskreuzes (Special order of the Grand Cross), Jerman - Grand Cordone (Italia) - Grand Gordon Order de Leopold (Belgia) - Grand Croiix de Legion 1 honneur (Prancis) - Groos Stern des Ehren Zeichens Feur Verdienste um die Republik Qesterreich (Austria) - Tanda penghargaan Yugoslavia - Satya Lencana Pahlavi (Iran) - Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum (Jepang) - Bapak Pembangunan RI - Bintang Kehormatan Moogunghwa dari gerakan kepanduan Korea Selatan (1 Juli 1986) - Penghargaan Medali Emas FAO (21 Juli 1986) - Penghargaan Kependudukan PBB (United Nations Population Award - UNPA) (8 Juni 1989) - Medali emas Uniesco Avicenna (Pendidikan) (19 Juni 1993).(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Alasan Menteri PPN tolak Bukit Soeharto jadi ibu kota baru

Komentar