counter

60 bencana alam terjadi di Agam sejak awal tahun

60 bencana alam terjadi di Agam sejak awal tahun

Satgas BPBD Kabupaten Agam, sedang membersihkan material tanah longsor melanda Matur. (Antara Sumbar/BPBD Agam)

Lubukbasung, Agam (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat 60 bencana alam meliputi banjir, angin kencang, longsor dan lainnya terjadi daerah itu semenjak Januari sampai 16 Juni 2019.

"Bencana alam itu terjadi di 14 dari 16 kecamatan ," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Minggu.

Ia mengatakan 14 kecamatan itu yakni, Kecamatan Ampekkoto satu kejadian, Kecamatan Tanjungraya tujuh kejadian, Kecamatan Ampeknagari dua kejadian, Kecamatan Tanjungmutiara empat kejadian.

Sedangkan di Kecamatan Lubukbasung 19 kejadian, Kecamatan Matur tiga kejadian, Kecamatan Tilatangkamang satu kejadian, Kecamatan Baso enam kejadian.

Sementara Kecamatan Malalak empat kejadian, Kecamatan Palembayan tiga kejadian, Kecamatan Tilatangkamang satu kejadian

Selain itu Kecamatan Palupuh empat kejadian, Kecamatan Canduang empat kejadian, Kecamatan Ampekangkek satu kejadian.

"Kecamatan Canduang dan Banuhampu tidak ada bencana alam melanda daerah itu," katanya.

Ia menambahkan kerugian akibat bencana longsor, banjir, angin kencang dan lainnya sekitar Rp70 juta.

Untuk korban meninggal dunia lima orang akibat pohon tumbang, dibawa arus dan lainnya.

Ia mengakui kasus bencana alam di daerah itu meningkat dari 120 kali pada 2017 menjadi 181 kali 2018.

Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD setempat memotong ranting pohon sepanjang ruas jalang yang berpotensi menimpa pengguna jalan, membersihkan tebing berpotensi longsor, membersihkan sungai dari pohon dan lainnya.

"Kita berharap dengan upaya yang kita lakukan itu maka bencana alam dan korban jiwa akan berkurang," katanya.*


Baca juga: Agam siapkan alat berat di titik rawan longsor jelang mudik Lebaran

Baca juga: Kodim Agam tanam 50 ribu bibit pohon minimalkan dampak bencana

Simulasi penanganan gawat darurat bencana banjir bandang di Papua

Pewarta: Altas Maulana/Yusrizal
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar