counter

Peran aktif Indonesia dalam kerja sama "Colombo Plan" diakui

Peran aktif Indonesia dalam kerja sama "Colombo Plan" diakui

(Kiri-kanan) Sekretaris Jenderal The Colombo Plan Phan Kieu Thu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dan Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian Sekretariat Negara Gogor Oko Nurharyoko dalam konferensi pers usai pembukaan pelatihan teknis "Pertanian Responsif" di Jakarta, Senin (17/6/2019). (ANTARA/Azizah Fitriyanti)

"Ini bukan pertama kali buat Indonesia. Indonesia merupakan anggota yang sangat aktif, termasuk dalam menjalin kerja sama untuk membantu negara anggota lainnya," kata Phan dalam konferensi pers usai pembukaan "Training for Trainer" pertanian responsi
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal The Colombo Plan Phan Kieu Thu mengakui dan mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam organisasi yang memiliki visi memajukan kerja sama ekonomi dan pembangunan sosial di Asia Pasifik itu.

"Ini bukan pertama kali buat Indonesia. Indonesia merupakan anggota yang sangat aktif, termasuk dalam menjalin kerja sama untuk membantu negara anggota lainnya," kata Phan dalam konferensi pers usai pembukaan "Training for Trainer" pertanian responsif di Jakarta, Senin.

Phan menyebut pelatihan untuk penyuluh atau "Training for Trainer" (TOT) bagi 19 peserta dari tujuh negara anggota tersebut merupakan salah satu bukti komitmen Indonesia untuk memajukan kerja sama di dalam kerangka The Colombo Plan.

Sebelum menyelenggarakan TOT pertanian responsif terhadap perubahan iklim, Indonesia sebelumnya telah menyelenggarakan ratusan pelatihan teknis di berbagai bidang, antara lain industri kecil dan menengah, kesetaraan gender, dan harmoni dalam keberagaman umat beragama.

Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian Sekretariat Negara Gogor Oko Nurharyoko mengatakan pelatihan ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah Indonesia menindaklanjuti Pertemuan Komite Pertimbangan The Colombo Plan ke-46 di Vietnam pada Oktober 2018.

"Pelatihan teknis ini bukan hanya komitmen, tapi juga inisiatif pemerintah, dengan tujuan utama berbagi pengalaman melalui dual track strategy, yakni saling belajar untuk mendapatkan manfaat bersama," kata dia.

Menurut Gogor, kerja sama teknis tersebut akan diteruskan hingga 2020 dan sejak menjadi anggota pada 1953, Indonesia telah menyelenggarakan sekitar 900 pelatihan dan program dengan lebih dari 8 ribu peserta dari negara-negara anggota Colombo Plan.

Melalui berbagai kerja sama teknis tersebut pemerintah Indonesia mengharapkan terciptanya solidaritas antarnegara berkembang sekaligus menguatkan kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat dalam rangka menuju kemandirian bersama dan mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global.

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI Negara paling diminati Beasiswa New Colombo Plan

Komentar