counter

Ribuan obat kaki gajah dan cacing siap dibagikan di Bangka

Ribuan obat kaki gajah dan cacing siap dibagikan di Bangka

Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans, dan Imuniasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Provinsi Babel, Sopianto. (FOTO ANTARA/Kasmono)

Pemberian obat kaki gajah dan obat cacing kepada masyarakat bertujuan untuk memutus mata rantai penularan penyakit kaki gajah dan kecacingan
Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Dinas Kesehatan setempat akan membagikan sebanyak 1.176 lebih tablet obat kaki gajah atau "Diethylcarbamazine" (DEC) dan obat cacing kepada masyarakat di daerah itu.

"Pemberian obat kaki gajah secara gratis sebanyak 1.176 lebih tablet kepada masyarakat dilakukan pada Oktober 2019 atau bulan eliminasi kaki gajah (Belkaga) secara serentak di seluruh desa di Kabupaten Bangka," kata Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans, dan Imuniasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sopianto di Sungailiat, Senin.

Menurutnya, pemberian obat kaki gajah dengan dosis 100 miligram kepada masyarakat umum berusia dua sampai 70 tahun dilakukan secara merata kecuali bagi yang menderita penyakit berat, harus terlebih dahulu mendapatkan pengawasan dokter.

Selain pemberian obat kaki gajah, kata dia, di waktu yang sama juga akan dibagikan obat cacing "Albendazole" (ALB) sebanyak 233.211 tablet kepada anak selama dua kali pada usia satu sampai 12 tahun.

"Proses terjangkitnya penyakit kaki gajah 'lymphatic filariasis' disebabkan oelh cacing mikrofilaria kemudian ditularkan melalui gigitan semua jenis nyamuk," katanya.

Dikatakannya, pemberian obat kaki gajah dan obat cacing kepada masyarakat bertujuan untuk memutus mata rantai penularan penyakit kaki gajah dan kecacingan.

Pemberian obat kedua jenis itu dilakukan oleh kader kesehatan yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan.

"Tahun 2017 yang lalu, kami melakukan survei kecacingan pada anak sekolah dasar dan tercatat 22.7 persen dari seluruh anak setingkat itu masih tinggi prevalensi kejadian cacingan," katanya.

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak adalah karena akibat cacingan.

"Target yang ditetapkan pemerintah daerah sampai akhir 2020, tercapainya eliminasi filariasis penyakit kaki gajah dan cacingan," demikian Sopianto.

Baca juga: Menkes: hampir semua nyamuk tularkan kaki gajah

Baca juga: 86 Penderita Kaki Gajah di Bangka Belitung Tunggu Penyembuhan

Baca juga: Anak-anak SD di Beltim Banyak Yang Cacingan

Pewarta: Kasmono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Babel kampanyekan diversifikasi pangan cegah stunting

Komentar