counter

HK Metals Utama Tbk bukukan kenaikan pendapatan 2018 Rp864,9 miliar

HK Metals Utama Tbk bukukan kenaikan pendapatan 2018 Rp864,9 miliar

Pemaparan kinerja keuangan dan operasional di acara Public Expose & Analyst Meeting PT HK Metals Utama Tbk di Jakarta, Senin. (katriana)

Jakarta (ANTARA) - PT HK Metals Utama Tbk membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp864,9 miliar sepanjang tahun keuangan 2018, meningkat Rp367,4 miliar atau 74 persen dibandingkan Rp497,5 miliar pada 2017.

"Perolehan ini ditopang oleh sisi perdagangan," kata anggota direksi perusahaan, Direktur Pratama Girindra W, dalam pemaparan kinerja keuangan dan operasional di acara Public Expose & Analyst Meeting PT HK Metals Utama Tbk di Jakarta, Senin.

Girindra menjelaskan bahwa dari perolehan pendapatan tersebut, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp87,5 miliar, meningkat Rp42,1 miliar atau 93 persen dibandingkan Rp45,4 miliar pada tahun keuangan 2017.

Sementara laba sebelum pajak, perusahaan mencatatkan kenaikan Rp48,2 miliar atau 118 persen menjadi Rp89,3 miliar pada 2018 dibandingkan Rp41 miliar pada 2017.

Pencapaian tersebut terutama didukung oleh kenaikan penjualan dari anak perusahaan Perseroan, di antaranya dari PT HMP sebesar 41 persen, PT DKTU yang memberikan kontribusi kenaikan 12 persen, 128 persen dari PT KBP, 10 persen dari PT MPJ, 21 persen dari PT RLW, 244 persen dari PT HAS dan sumbangan kenaikan sebesar 46 persen dari PT HK Metal, katanya lebih lanjut.

Pada 2018, ia menambahkan bahwa segmen bisnis perdagangan menyumbang 72 persen dari total pendapatan, sedangkan manufaktur menyumbang sisanya.

Sementara itu, berdasarkan dari jenis produksi, penjualan aluminium dan baja ringan masih menjadi kontributor utama pendapatan sebesar 83 persen.

Selain itu, dalam kesempatan itu Girindra menjelaskan pencapaian yang telah dicapai Perseroan tersebut, di antaranya bahwa perusahaan telah berhasil melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Jakarta pada 9 Oktober 2018.

Anak perusahaan PT Handal Aluminium Sukses (HAS) juga berhasil melakukan ekspor perdananya ke Amerika Serikat dan Belanda. Pada 2019, HAS menargetkan ekspor ke Australia dan Kanada.

Baca juga: Inalum target produksi 500.000 ton tahun 2019
Baca juga: Baja dan alumunium dikecualikan dari tarif global AS

 

Pewarta: Katriana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

APBN 2018 tunjukkan kinerja positif

Komentar