counter

Berniat cari kerang, dua remaja terseret ombak di Ancol

Berniat cari kerang, dua remaja terseret ombak di Ancol

Dokumentasi pribadi Andika Putra (kiri) dan Abdul Khodir Sahrullah (kanan) semasa hidup. (istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Dua orang remaja laki-laki bernama Arya (12) dan Abdul Khodir Sahrullah (14) tenggelam akibat terseret ombak di Perairan Ancol Timur, Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu siang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Hendra Sudirman, mengatakan korban bernama Arya (12) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Abdul Khodir Sahrullah (14) masih belum ditemukan.

Hingga sore ini tepi Perairan Ancol Timur masih ramai dengan teman-teman korban yang menyaksikan proses pencarian oleh petugas SAR gabungan.

Salah satunya adalah Andika Putra yang akrab disapa Juju (16) yang merupakan sahabat dekat Abdul Khodir Sahrullah yang hingga kini masih dalam pencarian.

Juju adalah salah satu anak yang berada di Perairan Ancol Timur ketika Abdul dan Arya digulung ombak.

Juju menceritakan pada awalnya dia, Abdul, Arya dan anak-anak lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang mendatangi lokasi untuk mencari kerang.

"Ramai-ramai sih awalnya, ada 30-an. Idenya nyari kerang, buat makan bareng-bareng, buat pesta gitu," tutur Juju di tepi Perairan Ancol Timur, Senin.

Puluhan remaja itu tiba di Perairan Ancol Timur pada sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka semua berangkat bersama-sama dari daerah Sunter Agung tanpa pengawasan orang dewasa.

Juju mengatakan mereka memang sering bermain di perairan yang berada tidak jauh dari PLTU Tanjung Priok tersebut. Namun dalam rombongan ini ada beberapa orang yang baru pertama kali datang ke Perairan Ancol Timur yang sejatinya merupakan kawasan terbatas dan tidak diperuntukan untuk wisata.

Setibanya di pantai tersebut anak-anak itu langsung menceburkan diri ke air. Anak-anak yang lebih tua dalam rombongan tersebut sempat mengingatkan agar yang tidak bisa berenang tidak ikut terjun ke air, namun tidak didengarkan.

"Anak gede sudah bilang yang tidak bisa berenang tidak usah ikut, eh mereka ngeyel, makanya begitulah," kata Juju.

Abdul, Arya dan satu orang lainnya kemudian terpisah dari rombongan yang tengah bermain di pantai dan kemudian Juju mendengar ada anak yang lebih tua yang berteriak minta tolong.

Mereka kemudian mendatangi arah teriakan tersebut dan menemukan Arya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

"Tiga orang terpisah dari yang lain. Saat tiba Arya sudah di angkat, yang gedenya sudah pada teriak minta tolong," ujarnya.

Hingga Siang ini Juju masih menunggu jasad sahabat dekatnya itu ditemukan.

Meski demikian dia enggan menunggu di lokasi tempat sahabatnya itu tenggelam, pasalnya Juju mengaku masih trauma dengan kejadian yang membuatnya kehilangan sahabat dekatnya itu.

"Dia (Abdul) sahabat saya. Dari kecil udah kenal, saya udah pindah rumah juga dia masih main sama saya. Ke mana-mana bareng," tuturnya.

Juju juga mengatakan pagi ini dirinya mendatangi rumah duka tempat Arya disemayamkan untuk membacakan surat Yasin sebelum kembali menunggu sahabatnya di tepi perairan timur Ancol.

Baca juga: Tim SAR : Dua remaja terseret ombak di Ancol, satu orang tewas

Polisi jaga aksi kelompok pro dan kontra PK

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar