counter

IHSG ditutup melemah seiring terkoreksinya rupiah

IHSG ditutup melemah seiring terkoreksinya rupiah

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring terkoreksinya nilai tukar rupiah. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Secara teknikal memang index ada gap 6.200-an. Untuk sentimen sendiri yaitu dari pelemahan indeks bursa global, dan beberapa komoditas
Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring terkoreksinya nilai tukar rupiah.

IHSG ditutup melemah 58,74 poin atau 0,96 persen ke posisi 6.190,53. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 10,73 poin atau 1,08 persen menjadi 980,29.

"Secara teknikal memang index ada gap 6.200-an. Untuk sentimen sendiri yaitu dari pelemahan indeks bursa global, dan beberapa komoditas. Untuk dari dalam negeri yaitu ditundanya rilis data neraca perdagangan dan melemahnya nilai tukar rupiah," kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Senin.

Dibuka menguat, tak bertahan lama IHSG kemudian melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp143,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 442,967 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,11 miliar lembar saham senilai Rp8,01 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 279 saham menurun, dan 103 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 43,88 poin (0,21 persen) ke 21.160,77, indeks Hang Seng menguat 108,81 poin (0,4 persen) ke 27.227,16, dan indeks Straits Times menguat 14,64 poin (0,45 persen) ke posisi 3.207,99.

Baca juga: IHSG pekan ini masih rawan koreksi
Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 9,27 poin
Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melemah 0,36 persen

Rupiah melemah tapi Indonesia akan bebas dari krisis

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar