counter

Sepak Bola Dunia

Matilda tanpa Polkinghorne, pemain remaja Fowler siap diturunkan

Matilda tanpa Polkinghorne, pemain remaja Fowler siap diturunkan

Logo Piala Dunia Sepak Bola Putri 2019 Perancis (fifa.com)

Jakarta (ANTARA) - Tim putri Australia yang dikenal dengan julukan The Matilda, kehilangan pemain bertahan Clare Polkinghorne pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2019 Perancis menghadapi Jamaika, Selasa (Rabu WIB).

Polkinghorne yang absen saat di luar dugaan membalikkan keadaan untuk mengalahkan Brazil 3-2 karena cedera hamstring, akan digantikan Steph Catley di barisan bertahan.

Menurut pelatih Ante Milicic seperti dikutip Reuters, pemain berusia 16 tahun, Mary Fowler akan mendapat kepercayaan untuk menjadi andalan di barisan depan.

The Matildas, yang mencatat hasil sekali menang dan sekali kalah, difavoritkan untuk mengalahkan Jamaika di Grenoble, sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar.

Australia juga mempunyai masalah di lapangan tengah akibat cedera yang dialami Tameka Yallop.

Fowler dinyatakan sudah pulih dari cedera hamstring, sehingga bisa diturunkan menghadapi tim asal Karibia yang sudah dua kali menelan kekalahan. Karibia saat ini menempati peringkat 53 dunia FIFA.

"Ia adalah pemain yang potensial," kata Milicic mengomentari pemain berusia 16 tahun itu.

"Kami akan melihat bagaimana pertandingan berlangsung. Kami harus memantau setiap pemain secara individu. Ada tujuh pertandingan dalam sepuluh hari. Sungguh pekerjaan besar yang harus kami jalani," katanya.

Putri Australia berpeluang memuncaki klasemen grup jika menang telak atas Jamaika meski dikalahkkan 1-2 oleh Italia di pertandingan pertama, asalkkan pada pertandingan lainnya di Valenciennes, Brazil mengalahkan Italia.

"Kami harus memastikan posisi untuk meloloskan diri ke babak 16 besar," kata Milicic menambahkan.

Baca juga: China dan Spanyol ke 16 besar Piala Dunia Putri 2019

Baca juga: Persiapan Australia dibayangi cedera pemain

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar