counter

Waduk Bade mampu mengairi 1.353 hektare sawah

Waduk Bade mampu mengairi 1.353 hektare sawah

Seorang pengunjung saat melintas di jalan bendungan Waduk Bade di Desa bade Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Waduk Bade yang terletak di Desa Bade Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, mampu mengairi lahan sawah sekitar 1.353 hektare yang tersebar di dua wilayah Kecamatan.

"Jika volume air waduk bisa maksimal sekitar 2,749 juta meter kubik, memang mampu mengairi lahan sawah di dua wilayah kecamatan yakni Klego dan Andong di Boyolali," kata Petugas Operasi Waduk Bade BBWA Pemali Juana, Sutardi, di Desa Bade Boyolali, Selasa.

Namun, kata Sutardi, Waduk Badi memasuki musim kemartua saat ini, elevasi sedang menurun yakni 237,90 meter, sehingga air keluar untuk irigasi ke sawah-sawah dibatasi.

"Elevasi air Waduk Bade jika musim penghujan bisa mencapai 239.50 meter. Namun, musim kemarau saat ini, 237,90 meter. Kami masih bisa mengalirkan air waduk untuk irigasi hingga batas elevasi 234,50 meter," katanya.

Menurut dia, jika air waduk elevasinya sudah mencapai 234,50 meter pintu air ditutup untuk irigasi. Denagan adanya Waduk Bade tersebut para petani di Kecamatan Klego dan Andong mampu melakukan tanam tanaman padi hingga tiga kali setiap tahunnya.

Bendungan Klego atau waduk Bade merupakan sebuah bendungan yang berada pada Desa Bade, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan ini, dibangun pada 1987 hingga 1990 yang bertujuan untuk menampung defisit air pada saat musim hujan untuk dimanfaatkan mengairi 1.353 ha lahan irigasi, khususnya pada saat musim kemarau.

Waduk Bade Klego memiliki luas sekitar 98 hektare, tetapi daya tampung air mecapai 68 hektare. waduk selain dimanfaatkan untuk irigasi persawahan juga sebagai salah satu objek wisata alam di Boyolali.

Ngatimin (50) salah satu petani Desa Bade Klego mengatakan dengan adanya air Waduk Bade tersbeut sangat membantu para petani untuk menanam tanaman padi terutrama pada musim kemarau tiba.

Ngatimin menjelaskan para petani di Bade Klego semua irigasi dari air waduk, dan mereka bisa melakuka musim tanam hingga tiga kali setiap tahunnya. Musim tanam (MT) 1, dan sekarang massa panen MT 2, sedangkan MT 3 akan dimulai Juli mendatang.

"Produksi gabah petani setempat rata-rata mencapai 7,5 ton per hektarenya. Saya mengolah lahan sawah seluas 4.000 meter persegi, dengan hasil panen dari MT 2 ini, mencapai 10 kuintal gabah kering giling," kata Nagtimin yang juga sebagai petugas mengatur irigasi di Desa Bade.

Menurut dia, air dari waduk Bade tersebut mampu mengairi sawah hingga ratusan hektare milik petani Klego. Ada sekitar 500 hektare sawah petani antara lain asal Desa Ngadong, Bade, Kliyangan, Banyu Urip, Karangpakel, Karangmojo, dan Sumber.

Bahkan, air waduk tersebut jika volume sedang maksimal bisa mencapai Desa Semawung dan Kadipaten Kecamatan Andong Boyolali. 

Baca juga: Waduk Cengklik-Boyolali ditanami pohon jenis buah

Baca juga: Lima waduk di Jateng mulai mengering

 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar