counter

SWA anugerahi Rekind Indonesia Most Creative Company 2019

SWA anugerahi Rekind Indonesia Most Creative Company 2019

Penghargaan “Indonesia Most Creative Company 2019,” oleh Majalah SWA yang diberikan kepada PT Rekayasa Industri (Rekind). (Dokumentasi PT Rekind).

Inovasi dan kreativitas tidak bisa dipisahkan karena melalui inovasi dan kreasi inilah Rekind dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global.
Jakarta (ANTARA) - PT Rekayasa Industri (Rekind), perusahaan EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commisioning) nasional yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menerima anugerah melalui penghargaan “Indonesia Most Creative Companies 2019” dari Majalah SWA.

"Sejak awal didirikan, perusahaan bertekad mengedepankan inovasi dan kreativitas sumber daya dalam mewujudkan kemandirian industri di Tanah Air dengan mengembangkan bisnis perekayasaan dan rancang bangun atau Engineering, Procurement, Construction untuk proyek-proyek skala besar di bidang energi, mineral dan kimia," kata Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Indonesia Most Creative Companies 2019 yang diterima Rekind pada Senin (17/6) merupakan penghargaan bagi perusahaan yang mampu melakukan inovasi secara terus menerus dan lahir dari kreativitas yang tanpa henti dengan menunjukkan kinerja secara konsisten dan menyeluruh.

Bagi Rekind, katanya, inovasi dan kreativitas tidak bisa dipisahkan karena melalui inovasi dan kreasi inilah Rekind dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global.

Rekind  membuka peluang inovasi dan kreativitas ini melalui ajang tahunan yang dinamakan Rekinnovation. Gambaran inovasi dan kreatifitas Rekind bisa dilihat dari diselesaikan dan beroperasinya IPP PLTU 2 x 25 MW, di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, yang proyek ini dikerjakan oleh anak usaha Rekind, PT Rekind Daya Mamuju (RDM).

Proyek ini juga merupakan perwujudan dukungan Rekind dalam percepatan implementasi Proyek Strategis Nasional, terkait proyek percepatan pembangkit tenaga listrik 35.000 MW. IPP PLTU Mamuju mendapat Commercial Operating Date (COD) dari PT PLN (Persero) pada September 2018 dan kini memasuki tahap komersial.

Selain itu, Perusahaan milik negara ini juga tengah merealisasikan pengerjaan proyek pipanisasi gas Cirebon Semarang, yang akan segera dimulai dalam waktu dekat ini. Rekind juga berpartisipasi aktif dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di bidang Biodiesel dan Bioenergi sebagai upaya mewujudkan program pemerintah melalui ketahanan energi nasional.

Di tingkat global, perluasan usaha Rekind diarahkan pada penetrasi pasar Asia Pasifik, khususnya pasar ASEAN, yang menitkberatkan di bidang pembangunan pembangkit LNG/LPG Plant, gas purification dan valving station. Untuk kegiatan perluasan ini Rekind sudah mempunyai kekuatan kepercayaan yang cukup besar terutama dari Australia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Terhitung lebih dari seratus proyek di tingkat nasional maupun Asia Tenggara di bidang Petrokimia, Minyak dan Gas, Pembangkit Listrik serta Pengolahan Tambang sukses dibangun oleh Putra-putri kebanggaan Bangsa melalui Rekind.

Selama 38 tahun berkarya, Rekind dipercaya oleh perusahaan nasional maupun regional untuk mengerjakan proyek-proyek skala besar dengan kompleksitas tinggi.

"Ini semua dilakukan sebagai bentuk kontribusi Rekind dalam upaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan meningkatkan peran industri nasional," tambah Yanuar.

Pada 2019 untuk ketiga kali Rekind meraih penghargaan bergengsi nasional atas prestasi kinerja yang diembannya selama ini. Sebelumnya, melalui BUMN Markeeters Award 2019, Rekind menerima penghargaan untuk kategori “The Most Promosing Company In Strategic Marketing.”


Di akhir Maret, Yanuar Budinorman dipercaya menerima penghargaan “CEO dengan Talent Development Terbaik” melalui ajang Anugerah BUMN Award 2019. Piagam penghargaan diserahkan oleh Tanri Abeng selaku Ketua Dewan Juri dan Dewan Pakar BUMN Track.
Baca juga: PT Rekayasa Industri raih penghargaan ASEAN di Singapura
Baca juga: Rekind tercatat di ENR 2015

 

Efisiensi Energi dengan Gasifikasi

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar