Hingga Juni 2,5 juta wisatawan kunjungi Kabupaten Sukabumi

Hingga Juni 2,5 juta wisatawan kunjungi Kabupaten Sukabumi

Pantai Cimaja, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan lokasi selancar bertaraf internasional yang digemari wisatawan mancanegara yang datang ke objek wisata ini. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan hingga triwulan kedua 2019 atau sampai Juni jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datag ke berbagai objek wisata mencapai 2,5 juta orang.

"Jumlah wisatawan yang datang tersebut merupakan akumulasi dari wisatawan yang masuk melalui dan tidak melalui retribusi," kata Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani di Sukabumi, Selasa.

Menurutnya, jumlah wisatawan yang terinci di dinasnya hanya yang melalui retribusi yakni sebanyak 1.993.062 orang dengan rincian pada triwulan I (pertama) jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 32.512 orang dan domestik 681.105 orang atau totalnya 713.617 orang.

Kemudian di triwulan II (kedua) jumlah wisman sebanyak 29.066 orang dan domestik 1.250.379 orang. Sementara sisanya wisatawan yang tidak dipungut retribusi dengan jumlah sekitar 600 ribu orang.

Baru berjalan enam bulan ini target kedatangan wisatawan khususnya melalui jalur retribusi sudah terlampaui yang awalnya ditargetkan hanya 1 juta wisatawan saja. Tidak menutup kemungkinan hingga akhir tahun jumlahnya akan terus bertambah mencapai 5 juta orang.

Terjadinya lonjakan kunjungan wisatawan pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, karena di masa kepemimpinannya promosi gencar dilakukan baik melalui media massa maupun sosial. Serta setiap ada kunjungan kerja pihaknya selalu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Bahkan, kebijakan Bupati Sukabumi Marwan Hamami untuk tidak memungut retribusi kepada wisatawan pun berdampak positif terhadap jumlah kunjungan. Sebab Bupati menargetkan kunjungan wisatawan membludak dari waktu ke waktu.

Ini bertujuan agar meningkatkan pendapatan warga khususnya yang tinggal di sekitar objek wisata. Sebab perputaran uang cukup tinggi dan ini pun dimanfaatkan warga seperti berjualan dan pelayanan jasa lainnya.

Namun diakuinya, imbas lainnya adalah pendapatan asli daerah (PAD) yang minim. Bahkan target PAD dari sektor parwisata senilai Rp1,3 miliar hingga saat ini baru tercapai sekitar 21 persen.

"Karena tujuan dari gencarnya promosi dan pembangunan sarana serta prasarana pariwisata tersebu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya Bali, yang pemerintahnya tidak memungut retribusi kepada wisatawan tetapi kedatangan pelancong itu sepenuhnya dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat," tambahnya.

Usman mengatakan pada masa kepemimpinan Marwan Hamami sebagai bupati targetnya adalah bagaimana mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke Kabupaten Sukabumi yang tujuannya meningkatkan perekonomian masyarakat bisa tercapai.

Meskipun PAD tidak terdongkrak secara signifikan tetapi kebijakan ini agar masyarakat perekonomiannya semakin pesat dan sejahtera. Intinya keberadaan objek wisata itu harus dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat sekitar.

Tapi, memang masih ada yang perlu dibenahi seperti lahan parkir dan sarana penunjang lainnya. Apalagi pemerintah pusat saat ini sedang membangun jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor, Tol Bocimi yang pengerjaan sudah masuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Bandara Sukabumi dan pelabuhan.

Tentunya semakin mudahnya akses transportasi tersebut kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan semakin meningkat. Dan ini harus benar-benar dimanfaatkan dan dinikmati hasilnya oleh warga.

Baca juga: Operasi tugas khusus Balawista selamatkan nyawa wisatawan

Baca juga: Wisatawan masih ramaikan pantai di Sukabumi

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar